Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi Pulmonal – Kenaikkan tekanan arteri pulmonalis disebabkan oleh peningkatan resistensi vaskuler paru.

Penyebab Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi pulmonal sering terjadi akibat :

  • Penyakit paru interstisial atau obstruktif kronik
  • Kelainan jantung kongenital atau didapat disertai gagal jantung kiri
  • Emboli paru rekuren
  • Kelainan autoimun

Penyakit Hipertensi pulmonal primer (atau idiopatik) jarang ditemukan, khsusunya terjadi pada wanita yang berusia 20-40 tahun, umumnya keadaan ini berlanjut menjadi insufisiensi pernapasan berat kor pulomonale, dan kematian dalam tempo beberapa tahun. Terapinya meliputi pemberian vasodilator dan kadang-kadang transplantasi paru.

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyebab sebagian besar kasus tidak diketahui, namun pada 50% kasus familial dan 25% penyakit sporadik, mutasi pada reseptor protein morfogenetik tulang tipe 2 bersifat patogenik.

Pada hipertensi pulmonal sekunder, disfungsi dan cedera endotel (yang dipicu oleh agen kimia atau makanan) menimbulkan vasokonstriksi persisten, kemudian terjadi hipertrofi tunika intima serta media dan peningkatan resistensi vaskuler.

Penyakit hipertensi pulmonal biasanya akan menyebabkan terjadinya suatu pengerasa pada darah dan juga di dalam pari. Hal ini kemudian akan membuat kerja jantung semakin berat untuk bisa memompa darah menuju ke paru. Dan setelah itu lama  kelamaan pembuluh darah yang terkan tadi akan berubah menjadi kaku dan menebal. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan suatu tekanan di dalam pembuluh darah yang mengalami peningkatan dan aliran darah yang juga akan terganggu. Hal ini kemudian akan menyebabkan bilik jantung kanan mengalami pembesaran sehingga pada akhirnya menyeabkan suplai darah dari daerahn jantung ke paru menjadi berkurang sehinga akan terjadi suatu keadaan seperti gagal jantung kanan. Dan sejalan dengan hal ini maka aliran darah menuju ke jantung kiri juga akan semakin menuurn, sehingga membuat darah yang mengandung oksigen akan semakin berkurang dari jumlah normal untuk bisa mencukupi kebutuhan dari tubuh dan yang paling utama adalah disaat sedang melakukan aktivitas.

Gejala Hipertensi Pulmonal

Gejala yang muncul dari penyakit hipertensi pulmonal adalah :

  1. Sesak nafas yang terjadi dengan bertahap
  2. Kelelahan atau kelemahan
  3. Batuk yang tidak produktif
  4. Pingsan atau tidak sadarkan diri
  5. Edema perifer atau terjadinya pembengkakan pada bagian tungkai dan paling utama terjadi pada tumit serta kaki
  6. Selain itu juga gejala yang biasanya sering muncul adalah batuk berdarah.

Penyakit hipertensi arteri pulmonal biasanya tidak juga disertai dengan adanya gejala orthopnea atau sesak nafas yang terjadi akibat adanya perubahan pada posisi. Atau selain itu juga tidak menyebakan terjadinya sesak nafas disaat sedang tidur. Gejala-gejala yang seperti ini biasanya akan muncul pada kasus penyakit hipertenso vena pulmonal. Selain itu, rasa nyeri yang terjadi akibat dari kasus penyakit hipertensi pulmonal akut yang bisa dirasakan ditengah-tengah dada akan terasa seperti sedang digencet atau jga diperas dan biasanya akan sering ditambah dengan rasa nyeri yang muncul akibat infark miokard. Dan yang berbeda adalah rasa nyeri yang terjadi akibat dari kasus penyakit hipertensi pulmonal akut yang tidak menjalar menuju ke bahu, punggung, atau juga pada daerah bawah rahang. Dan biasanya juga akan dirasakan adalah retrosternal did alam dan untuk penderita biasanya mereka akan merasa cemas dan akan merasa takut untuk mati. Rasa nyeri ini kemugkinan muncul akibat dari suatu pelebaran pada pembuluh darah yang terjadi dengan mendadak.

Untuk melakukan penegakkan diagnosis, maka dokter biasanya akan melakukan satu atau jga lebih dari tes untuk membantu mengevaluasi kerja jantung dan juga paru-paru pasien. Hal ini juga biasanya termasuk ke dalam X-ray pada daerah dada dalam menunjukkan suatu pembesaran dan juga terjdinya ketidaknormalan pada daerah pembuluh darah di paru-paru, echocardiogram yang bisa menunjukkan suatu visualisasi dari jantung, kemudian membantu mengukur besar dari ukuran jantuung, fungsi dari aliran darah, dan membantu mengadakan pengukurannyang tidak langsung pada suatu tekanan di daerah paru-paru.

Pengobatan Hipertensi Pulmonal

Pengobatan yang dilakukan pada kasus penyakit hipertensi pulmonal adalah dengan maksud untuk bisa mengoptimalkan fungsi dari jantung kiri dan juga dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan misalnya adalah seperti obat diuretik atau juga obat beta bloker dan ACE inhibitor atau juga dengan menggunakan cara memperbaiki daerah katup jantung mitral atau juga katup aorta atau pembuluh darah yang paling utama. Pada kasus penyakit hipertensi pulmonal yang juga merupakan salah satu terapi yang biasanya umum dilakukan, namun berdasarkan dari penelitian yang dilakukan dengan terapi tadi masih belum pernah dinyatakan memberikan manfaat untuk membantu mengatasi penyakit tadi.

Obat-obatan yang diberikan adalah obat vasoaktif misalnya seperti antagonis reseptor endotelial, PDE-5 inhibitor dan juga derivat prostasiklin. Obat-obatan jenis ini bisa bermanfaat dalam membantu mengurangi suatu tekanan di dalam pembuluh darah paru. Sildenafil adalah salah satu jenis obat golongan PDE-5 inhibitor yang bisa mendapatkan suatu persetujuan dari FDA pada tahun 2005 dan juga bermanfaat untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi pulmonal.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi pulmonal, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Hipertensi Pulmonal


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hipertensi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>