Hipertensi Esensial

Hipertensi esensial adalah suatu penyakit yang membingungkan, yang penyebab dan sifatnya masih sangat sedikit diketahui. Dinyatakan dalam bentuk yang paling sederhana, ini adalah suatu kelainan fungsional dari sirkuit saraf yang mengndalikan tekanan darah. Tetapi walaupun telah dilakukan penelitian intensif, kami belum menemukan lokasi cacatnya, apakah reseptor yang peka terhadap tekanan telah menngirimkan informasi yang salah, apakah pusat sirkulasinya sendiri yang cacat dan terlalu merangsang sistem simpatiko-adrenergik, atau apakah dinding arteri menjadi peka dan berekasi secara tidak normal. Semua pertanyaan ini belum terjawab.

Berbagai faktor banyak yang tidak diketahui, tampaknya memainkan peranan dalam malfungsi pengarturan tekanan darah yang membingungkan ini. Kita tahu bahwa faktor keturunan memainkan peran penting yang terbukti dari tingginya kejadian hipertensi esensial yang menurun dalam keluarga.

Riwayat kasus yang menunjukkan bahwa terjadinya hipertensi lebih besar diantara orang yang orangtua dan nenek-kakeknya menderita tekanan darah tinggi atau meninggal karena komplikasi yang muncul arena hal itu, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat seperti itu. Ilmu pengobatan hampir tidak tahu apapun  tentang sifat faktor keturunan ini.

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Hipertensi Esensial

Hipertensi Kronis

Hipertensi Kronis – Ilmu pengobatan mendefinisikan hipertensi sebagai suatu peningkatan kronis (yang meningkat secara perlahan-lahan, bersifat menetap) dalam tekanan darah arteri sistolik dan diastolik yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor tetapi tidak peduli apa penyebabnya, mngikuti suatu pola yang khas. Dua aspek dari penyakit ini menyajikan bahaya potensial yang serius, pertama, kecenderungan tekanan meningkat untuk terus naik dan kedua, kerusakan yang dihasilkan arteri, jantung, otak, dan ginjal. Dalam hal ini hipertensi kronis berbeda darjenis peningkatan tekanan yang kurang serius seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Hipertensi Kronis

Hipertensi Kronis

Penyakit Hipertensi Kronis

Hipertensi kronis biasanya dimulai diam-diam, umumnya setelah usia 30 atau 40 tahun. Dalam kasus-kasus pengecualian, penyakit ini bisa dimulai lebih awal. Pada tahap awal, tekanannya mungkin naik secara berkala misalnya pada situasi stres biasa, ketika mengendarai mobil jarak jauh, dan kembali normal lebih lama dari biasanya. Atau tekanannya mungkin hanya naik saat bekerja, tidak pada saat istirahat atau berlibur. Pada kasus-kasus seperti ini kita membicarakan hipertensi labil, atau jika angkanya terletak diatas kisaran normal kita menyebutnya hipertensi perbatasan. Namun jika angkanya diatas normal secara konsisten , penyakitnya telah berkembang ke tahap stabil.

Hipertensi kronis bisa memiliki berbagai bentuk. Contohnya sangat banyak. Mereka datang dengan keluhan utama perasaan tidak sehat secara umum, sakit kepala hebat, masalah mata, dan gangguan jantung. Dan tekanan darah mereka tidak turun secara signifikan, bahkan setelah berbaring lama. Dalam kasus-kasus seperti ini, kita mungkin berurusan dengan suatu jenis penyakit hipertensi yang sangat agresif yang dikenal sebagai hipertensi ganas.

Disebut ganas karena berkembang dengan cepat dan drastis, serta menyebabkan kerusakan serius dan dini pada jantung, otak, ginjal, dan mata. Beberapa waktu yang lalu prognosis bagi orang-orang yang mengidap hipertensi dapat dihentikan sebelum menjadi ganas. Dan bahkan ketika penyakitnya telah berkembang ke tahap yang serius, tekanannya dapat dikurangi dan diturunkan ke level yang tidak terlalu berbahaya.

Dalam mayoritas kasus, tekanan darah tinggi kronis jika diobati dapat diturunkan dan komplikasinya dihindari. Setidaknya 95% dari pengidap hipertensi dapat memiliki bentuk hipertensi yang jinak. Ini sama dengan mengatakan perkembangannya lebih lambat dan efeknya tidak bermanifestasi lebih awal. Namun bahkan yang disebut hipertensi jenis jinak pun merupakan bahaya bagi kesehatan dan kehidupan.

Penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi biasanya tidak langsung berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung, penyakit hipertensi kronis yang terjadi dari akibat kerja jantung yang terjadi dengan terlalu keras dan juga terlalu cepat untuk memompa darah dan oksigena untuk kemudian menyebarluaskannya pada seluruh bagian tubuh. dan jika saluran darah pada jaringan tubuh mengalami suatu penebalan dan juga pengurangan elastisitas, maka tubuh kemudian akan berusaha utnuk meningkatkan suatu tekanan jantung agar pasokan dari darah bisa berlangsuung dengan lebih normal. Namun hal ini biasanya akan terjadi dan membuat kondisi jantung akan berkerja lebih cepat dan juga rusak yang kemudian bisa menurunkan fungsi kerja dari jantung.

Selain itu, penyakit hipertensi kronis juga bisa dipengaruhi oleh aadanya masalah stress di dalam diri kita. Karena banyaknya asupan garam di dalam tubuh yang dikonsumsi setiap harinya yang sumbernya berasal dari jenis makanan dan juga kurang mendapatkan waktu istirahat adalah salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit hipertensi. Oleh karena itulah, bagi mereka yang selalu mengalami masalah beban pikiran yang terlalu berat, maka sebaiknya mereka mendapatkan waktu hiburan yang lebih banyak lagi agar membuat otak lebih fresh. Dan selain itu juga kita juga harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup dalam setiap harinya dan mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi jenis makanan yang tidak ada kandungan garam di dalamnya.

Selain itu, kebiasaan buruk dalam merokok dan mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol merupakan salah satu hal yang menjadi penyebab terjadinya naiknya tekanan darah. obesitas juga bisa menjadi salah satu penyebab atau peluang terjadinya kenaikan tekanan darah yang lebih tinggi lagi dibandingkan dengan mereka yang mempunyai ukuran berat badan yang normal atau ideal.

Gejala Hipertensi Kronis

Gejala dari penyakit hipertensi kronis adalah :

  1. Sakit kepala di bagian belakang disaat sedang bangun tidur
  2. Sering lupa dan kadang juga menjadi susah dalam berkonsentrasi
  3. Mudah marah dan juga perasaan yang lebih sensitif
  4. Terkadang menjadi susah tidur
  5. Tubuh yang akan terasa lebih lelah dan letih
  6. Kadang mengalamu kesulitan dalam buang air besar
  7. Mengalami mimisan
  8. Sering gelisah
  9. Pandangan yang kabur
  10. Mual atau muntah

Untuk kondisi penyakit hipertensi kronis yang semakin parah, terkadang pada penderita tekanan darah tinggi biasanya mereka akan mengalami suatu perubahan pada fungsi kerja dibagian organ tubuh yang misalnya adalah seperti pembengkakan pada otak yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit stroke dan juga suatu kerusakan pada fungsi ginjal dan jantung. Disaat hipertensi atau tekanan darah tinggi ini masih belum menyerang, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Umumnya adalah penyakit hipertensi ini terjadi dari suatu penyakit komplikasi yang memang sudah ada dan setelah itu akan semakin menambah dan membuat ruang kesehatan kita semakin sempit.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi kronis. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Hipertensi Kronis

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Hipertensi

Faktor Penyebab Hipertensi – Tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang memegang peranan penting adalah jenis makanan yang di konsumsi sehari-hari, disamping faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin dan ras, keturunan, kegemukan, stres pikiran dan fisik, kepribadian tipe A yang ambisius dan gila kerja (workaholic), merokok, dan sebagainya.

Faktor Penyebab Hipertensi

Faktor Penyebab Hipertensi

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah orang dewasa digolongkan sebagai normal jika tekanan darah sistolik (tekanan darah saat jantung berkontraksi) kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik (tekanan saat jantung berisi darah) kurang dari 80 mmHg, berapapun usia atau jenis kelamin mereka. Tekanan darah ini sering ditulis sebagai 120/80 mmHg.

Tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Meningkatnya resiko stroke dan penyakit kardiovaskular lain berawal pada 115/75 mmHg. Orang yang jelas menderita hipertensi memiliki resiko stroke tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tekanan darahnya normal atau rendah. Untuk orang berusia diatas 50 tahun, tekanan darah sistolik yang tinggi (140 mmHg atau lebih) dianggap sebagai faktor resiko untuk penyakit stroke atau penyakit kardiovaskular lain yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan darah diastolik yang tinggi . Namun, tekanan darah cenderung meningkat seiring dengan usia dan orang yang memiliki tekanan darah normal pada usia 55 tahun mempunyai resiko stroke hampir dua kali lipat dibandingkan orang berusia muda.

Tekanan darah yang meningkat secara perlahan merusak dinding pembuluh darah dengan memperkeras arteri dan mendorong terbentuknya bekuan darah dan aneurisma yang semuanya mengarah pada stroke, terutama pada orang berusi 45 tahun. Penelitian memperlihatkan bahwa sekitar sepertiga hingga hampir separuh orang berusia 45 tahun menderita hipertensi. Salah satu masalah utama pada hipertensi adalah bahwa pada tahap awal gangguan ini tidak menimbulkan gejala hipertensi. Pada sebagian orang, hipertensi dapat menyebabkan sakit kepala sekali-kali atau kronis, tetapi hampir 30% orang dengan hipertensi tidak menyadari keadaan mereka, apalagi mengendalikannya. Karena itu, hipertensi kadang-kadang disebut pembunuh diam-diam (silent killer). Karena itu mengapa anda, setelah mencapai usia 40 tahun, perlu memeriksa tekanan darah secara taratur-paling sedikit setahun sekali

Makanan yang anda konsumsi sehari-hari merupakan salah satu Faktor Penyebab Hipertensi. Selain itu Faktor Penyebab Hipertensi adalah Mengonsumsi garam yang berlebihan maupun diet tidak seimbang juga meningkatkan resiko terkena hipertensi. Yang dimaksud diet tidak seimbang adalah diet tinggi lemak dan gula, serta rendah serat dan buah-buahan. Garam dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, karena natrium yang terkandung dalam garam bersifat menarik air, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Kandungan garam yang kita konsumsi sehari-hari sebaiknya tidak lebih dari 6 gram per hari. Semakin tua usia seseorang, tekanan darahnya akan semakin meningkat pula. Hal ini menyebabkan resiko terkena stroke menjadi lebih besar. Untuk orang berusia diatas 50 tahun, tekanan darah sistolik yang melebihi 140 mmHg dianggap sebagai faktor resiko stroke yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan darah diastolik yang tinggi.

Faktor Penyebab Hipertensi genetik juga tidak bisa dilepaskan dari hipertensi. Seorang anak dengan kedua orangtua yang mengidap hipertensi, kemungkinan besar akan juga mengidap hipertensi pada usia dewasa nanti. Faktor Penyebab Hipertensi lainnya seperti stres  karena pekerjaan, kecapekan, dan kurang istirahat, tipe kepribadian A yang ambisius dan perfeksionis serta gila kerja juga bisa menjadi pemicu hipertensi.

Tekanan darah yang meningkat secara perlahan akan merusak dinding pembuluh darah dengan memperkeras arteri dan mendorong terbentuknya bekuan darah dan aneurisme, yang pada akhirnya akan menyebabkan stroke, terutama pada orang yang berusia diatas 45 tahun.

Cara Mengatasi Penyakit Hipertensi

Dibawah ini ada beberapa cara alami yang bisa membantu mengatasi penyakit hipertensi adalah :

  1. Melakukan olahraga dengan teratur
    Melakukan olahraga dengan teratur merupakan salah satu cara dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Dan jika Anda menderita masalah tekanan darah tinggi, maka sebaiknya pilihlah jenis olahraga yang ringan misalnya adalah dengan melakukan berjalan kaki, bersepeda, lari santai dan juga berenang. Olahraga yang bisa membantu dalam membuat kerja jantung lebih efisien dengan cara menggunakan oksigen sehingga tidak akan bekerja dengan terlalu keras dalam memompa darah. dalam rutin melakukan olahraga seperti jalan cepat hal ini juga sangat efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien yang menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi sampai mencapai 8 mmhg. Lakukanlah paling tidak selama 30-45 menit dalam sehari dan dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu.
  2. Menarik  nafas
    Cara mengatasi penyakit hipertensi yang lainnya adalah dengan melakukan latihan olah nafas dan melakukan meditasi. Seperti sedang meakukan yoga atau juga taichi yang sangat efektif untuk bisa membantu menurunkan hormon stress.
  3. Mengonsumsi jenis makanan yang mengandung potasium
    Pencegahan dari penyakit hipertensi ini adalah dengan mengonsumsi jenis makanan yang mengandung kandungan potasium misalnya adalah seperti mengonsumsi buah dan juga sayuran yang sangat baik untuk membantu menurunkan tekanan darah. sumber dari makanan yang paling baik adalah seperti kentang, tomat, orange jucie, dan pisang serta jenis makanan lainnya. Konsumsil paling tidak makanan yang mengandung potasium minimal 2000-4000 mg dalam sehari.

Faktor Penyebab Hipertensi

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi Pada Kehamilan  – Tekanan darah tinggi adalah “bahaya diam-diam” karena tidak ada gejala khas yang mengirimkan tanda-tanda peringatan dini. Sebaliknya banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki tekanan darah tinggi. Hanya ada satu cara untuk menemukan apakah tekanan darah Anda normal, yaitu dengan memeriksanya. Pengukuran tekanan darah harus diulangi setidaknya sekali setahun. Jika tekanan yang naik dideteksi tepat pada waktunya, pengobatan yang segera dilakukan bisa menolong mencegah terjadinya akibat-akibat yang fatal.

Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi Pada Kehamilan

Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Menurunkan tekanan darah akan meredakan ketegangan pada jantung dan arteri. Hal ini mengurangi dan seringkali menghilangkan akibat-akibat yang berbahaya dari tekanan yang meningkat. Dengan pengobatan yang tepat, tekanan darah tinggi dapat dinormalkan atau setidaknya diturunkan ke level yang dapat diterima. Perawatnnya tidak membutuhkan cara-cara yang heroik, hanya pemeriksaan tekanan darah yang teratur, sedikit perubahan yang tidak menyakitkan pada kebiasaan makan dan hidup seseorang, serta minum obat yang diresepkan setiap hari. Jika dideteksi dan diobati pada waktunya, hipertensi seharusnya tidak menghambat anda untuk menjalani hidup yang normal dan produktif. Yang dibutuhkan hanya tekad dan kerjasama yang erat antara dokter dan pasien.

Suatu faktor genetis seringkali merupakan penyebab tekanan darah tinggi. Penyakit ini “menurun”. Jika anda memiliki sejarah tekanan darah tinggi dalam keluarga , anda dianjurkan agar berhati-hati. Cara hidup anda dapat memiliki dampak terhadap apakah anda akan mengalami tekanan darah tinggi. Jika anda kegemukan, kemungkinan besar anda juga merupakan kandidatnya. Juga, asupan makanan yang tinggi sodium, stres psikologis, kegelisahan dan hiperaktivitas bisa memperburuk kecenderungan yang sudah ada. Menurunkan berat badan, mengurangi garam dalam makanan dan menghindari stres yang tidak perluadalah cara-cara pencegahan yang berguna untuk menolong anda mempertahankan tekanan darah yang lebih rendah.

Hipertensi Pada Kehamilan

Pre-eklampsia, atau hipertensi pada saat kehamilan, bisa muncul lebih awal dari usia kehamilan pada minggu ke-20 dan terkadang bisa  muncul belakangan setelah satu minggu pasca melahirkan/ persalinan. Kasus hipertensi pada kehamilan terjadi sekitar 5-8% dari semua kehamilan yang ada. Kebanyakan kasus hipertensi yang berkembang dan terjadi pada saat kehamilan akan segera menghilang dengan kelahiran bayi/ janin. Hipertensi yang berlangsung lama disebut dengan hipertensi karena pengaruh kehamilan (pregnancy-induced hypertension).

Faktor penyebab pre-eklampsia belum diketahui dengan jelas. Tanda-tanda pre eklampsia antara lain oedema atau pembengkakan pada tangan dan wajah, gangguan atau abnormalitas pada penggumpalan darah, adanya protein dalam urine (air seni). Pada kebanyakan wanita, pre eklampsia tidak pernah berkembang melebihi stadium ringan. Bagi beberapa wanita, pre eklamsia berkembang dengan cepat, peralihan dari stadium ringan ke stadium berat pre eklamsia dapat terjadi dalam beberapa minggu dan terkadang beberapa hari.

Para dokter biasanya menyarankan agar penderita hipertensi pada kehamilan menjalani bed rest atau istirahat total. Tapi apabila masalah pre eklamsia cenderung menetap atau bertambah berat, perawatan rumah sakit dan pengobatan dengan obat anti hipertensi sering diperlukan dan penting untuk mencegah berkembangnya pre eklamsia menjadi eklamsia (kondisi kesehatan yang berbahaya dan serius).

Eklamsia atau Hipertensi Pada Kehamilan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang sangat berbahaya, kejang-kejang, kma, bahkan kematian ibu, janin atau keduanya. Ketika eklamsia sering menghilang waktu bayi dilahirkan dokter seringkali melakukan upaya induksi. Induksi adalah upaya untuk mengakhiri kehamilan dengan jalan merangsang terjadinya kontraksi yang teratur untuk mempermudah  mengeluarkan bayi dari dalam rahim secara normal. Para dokter mungkin juga memberikan obat anti kejang. Apabila masih mengalami hipertensi setelah melahirkan, mungkin penderita memerlukan obat-obat antihipertensi. Perlu diketahui juga ada sedikit efek samping obat-obat anti hipertensi pada susu ibu, maka dari itu walau bagaimanapun menyusui bayi harus diawasi dan dimonitor dengan kuat.

Pencegahan yang dilakukan pada penyakit hipertensi ini adalah dengan menerapkan pola hidup sehat untuk membantu meningkatkan potensi dari ibu agar bisa terhindar dari penyakit hipertensi di masa kehamilan mereka. Sebaiknya jauhilah jenis minuman yang mengandung alkohol dan jangan membiasakan diri Anda merokok jika Anda sedang hamil selain itu, lakukan cara mengatasi stress, dan mengonsmsi jenis makanan yang baik. Konsumsilah jenis makanan dengan kandungan protein yang tinggi, dan hindarilah jenis makanan yang mengandung hidrat arang berlebihan dan juga jangan mengonsumsi makanan yang mengandung garam dengan berlebihan. Lakukanlah olaharaga secara teratur, namun olahraga yang harus dilakukan adalah olahraga yang ringan. dan selain itu, ibu bisa mengonsumsi makanan yang bisa membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi misalnya adalah seperti cokelat, buah jeruk, buah pisang, seledri, ikan, dan selain itu, cobalah lakukan kontrol dengan rutin pada kehamilan Anda dan ikutilah petunjuk yang disarankan oleh dokter.

Tips Mengatasi Hipertesi Pada Kehamilan

Tips mengatasi penyakit hipertensi pada kehamilan adalah :

  1. Sebelum hamil, maka sebaiknya kontrollah tekanan darah Anda, dan selain itu juga kurangi asupan makanan yang mengandung garam dan lakukannlah olahraga.
  2. Sebaiknya turunkan berat badan jika Anda sedang menderita masalah obesitas atau kegemukan
  3. Jika sedang mengonsumsi obat yang bis amembantu mengontrol tekanan darah, maka sebaiknya lakukanlah konsultasi langsung ke dokter, kapan waktu yang tepat yang harus dilakukan untuk mengonsumsinya.
  4. Jika Anda sedang hamil hindari minuman yang mengandung alkohol dan juga merokok.

Hipertensi Pada Kehamilan

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Hipertensi

Gejala Hipertensi – Sebagian besar orang tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi. Oleh sebab itu hipertensi disebut “silent disease” karena umumnya penyandang tidak merasakan sakit. Namun demikian apabila terjadi kenaikan yang sangat tinggi, akan muncul sakit kepala, pusing, telinga berdenging, jantung berdebar-debar, mimisan, dll.

Gejala Hipertensi

Gejala Hipertensi

Penyebab Hipertensi

Penyebab hipertensi adalah :

  • 95% hipertensi diketahui penyebabnya, hipertensi jelas ini disebut hipertensi primer atau esensial. Faktor pemicu hipertensi esensial belum jelas, namun obesitas, asupan garam yang tinggi dan kolesterol yang tinggi dan berperan dalam hipertensi jenis ini.
  • 5% hipertensi disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll.

Hipertensi dapat disembuhkan dengan melakukan pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat. Sayangnya, banyak penyandang hipertensi tidak menyadari dan hanya 1 dari 4 penyandang hipertensi mendapat pengobatan yang tepat.

Ketika tekanan darah tinggi maka jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang terus menerus tinggi dapat menyebabkan :

  • Stroke
  • Serangan Jantung
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Kematian

Cara Mencegah Penyakit Hipertensi

Untuk mencegah terjadinya kerusakan organ diperlukan pengendalian tekanan darah. Namun demikian , pengelolaan hipertensi tidak cukup dengan pengendalian darah saja, tetapi harud diikuti dengan pengendalian faktor resiko terjadinya kerusakan organ target.

Faktor resiko adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu suatu penyakit spesifik atau cacat. Orang yang memiliki faktor resiko tinggi akan lebih sering mengalami penyakit hipertensi ini, dan dalam bentuk yang lebih serius, dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Tingginya tingkat terjadinya penyakit kardiovaskular telah memicu suatu pencarian habis-habisan tentang penyebab dan kondisi yang mendahuluinya. Kita tahu fakta bahwa lebih banyak faktor resiko yang ditemukan pada orang yang telah mengalami serangan jantung atau stroke daripada mereka yang tidak.

Alasan mengapa para dokter dan para profesional yang peduli lainnya menekankan deteksi dini dan perawatan tekanan darah tinggi adalah perannya dalam meningkatkan penyakit arteriosklerosis.

Penyakit ini menempati ranking pertama sebagai penyebab stroke dan serangan jantung, serta merupakan faktor utama dalam gagal jantung kongestif. Sebelum kita mengobati darah tinggi secara efektif, hampir 50% dari semua orang yang menderita tekanan darah tinggi dan sekitar jumlah yang sama menderita penyakit stroke yang fatal.

Dengan meningkatnya tekanan darah, meningkat pula ancaman kesehatan. Dan jika faktor-faktor resiko lainnya juga ada, bahaya secara proporsional. Maka, pengidap diabetes dengan tekanan darah yang tinggi 10 kali lebih mungkin menderita serangan jantung daripada pengidap diabetes yang tekanan darahnya normal.

Gejala Hipertensi

Gejala hipertensi yang umum terjadi adalah :

  1. Gejala ringan misalnya adalah seperti sakit kepala atau pusing
  2. Sering merasa gelisah
  3. Susah tidur
  4. Mudah marah dan tersinggung
  5. Wajah yang memerah
  6. Pegal yang terasa pada tengkuk
  7. Mengalami sesak nafas
  8. Telinga berdengung
  9. Rasa berat pada daerah tengkuk
  10. Mudah merasa lelah
  11. Mimisan atau keluarnya darah dari dalam hidung
  12. Mata yang berkunang-kunang.

Tekanan darah tinggi bisa meningkat seperti ilustrasi disaat Anda sedang menyiram tanaman dengan menggunakan selang. Dan kemudian Anda menekan di ujung selang, maka air yang akan keluar selanjutnya akan lebih kencang. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan  air yang semakin meningkat disaat Anda sedang menekan ujung selangnya. Selain itu juga jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang keluar lewat dari selang juga akan semakin kencang karena debit air yang lama kelamaan akan semakin meningkat. Hal yang sama juga akan terjadi pada daerah Anda jika bagian pembuluh darah Anda mengalami penyempitan, maka tekanan darah yang ada di dalam pembuluh darah juga akan semakin meningkat. Dan selain itu juga jumlah dari darah yang akan mengalir akan semakin bertambah, dan tekanan yang akan semakin meningkat juga.

Beberapa cara dibawah ini yang bisa membantu dalam mengatasi penyakit hipertensi atau gejala hipertensi adalah :

  1. Dengan memabatasi asupan sodium
    Untuk mencegah gejala hipertensi yang terjadi adalah dengan mulai membatasi asupan makanan yang mengandung sodium. Karena jika Anda sudah didiagnosis menderita penyakit tekanan darah tinggi, maka sebaiknya hindarilah jenis makanan dengan kandungan garam di dalamnya. Konsumsi garam sebaiknya jumlahnya tidak lebih dari sekitar 2,4 gr dalam sehari atau konsumsilah sekitar 6 gram dalam sehari (NaCl). Agar konsumsi garam bisa tetap dalam keadaan normal, maka sebaiknya perhatikan label makanan untuk membantu mengetahui apakah kadar dari sodiumnya tinggi atau tidak dan selain itu kurangilah makanan seperti fastfood karena biasanya kandungan garamnya tinggi di dalamnya.
  2. Mengonsumsi dark chocolate
    Dari berbagai jenis dark chocolate yang mengandung kandungan flavonoid di dalamnya yang bisa membantu dalam membuat pembuluh darah agar lebih luwes lagi. Salah satu studi yang dilakukan menunjukkan bahwa sekitar 18 persen pasien yang mengonsumsi dark chocolate yang bisa menunjukkan dari tekanan darah.
  3. Melakukan relaksasi
    Cara mencegah gejala hipertensi atau penyakit hipertensi adalah dengan meakukan relaksasi. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pasien yang melakukan relaksasi dengan cara mendengarkan musik yang dilakukan paling tidak selama 30 menit sambil dengan menarik nafas dalam maka menujukkan angka dari sistoliknya sampai mencapai turun 3,2 poin.

Gejala Hipertensi

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Hipertensi

Komplikasi Hipertensi – Penderita hipertens berisiko terserang penyakit lain yang timbul kemudian. Dalam jangka panjang, jika hipertensi tidak dikendalikan akan berdampak pada timbulnya komplikasi penyakit lain. Komplikasi hipertensi pada organ lain dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, perdarahan selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak dan kelumpuhan.

Komplikasi Hipertensi

Komplikasi Hipertensi

Komplikasi Hipertensi

Komplikasi hipertensi mengakibatkan gagal jantung, ginjal, stroke, mata dan usus.

Berikut Komplikasi Hipertensi yang dapat timbul atau menyertai penyakit hipertensi :

1. Penyakit Stroke

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak (stroke). Stroke sendiri merupakan kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Biasanya kasus ini terjadi secara mendadak dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (complete stroke).

2. Gagal jantung

Tekanan darah yang terlalu tinggi memaksa otot jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah dan menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung mengalami gagal fungsi. Pembesaran pada otot jantung kiri disebabkan kerja keras jantung untuk memompa darah.

3. Gagal ginjal

Tingginya tekanan darah membuat pembuluh darah dalam ginjal tertekan dan akhirnya menyebabkan pembuluh darah rusak. Akibatnya fungsi ginjal menurun hingga mengalami gagal ginjal. Ada dua jenis kelainan ginjal akibat hipertensi, yaitu nefrosklerosis benigna dan nefrosklerosis maligna.

Nefrosklerosis benigna terjadi pada hipertensi yang sudah berlangsung lama sehingga terjadi pengendapan pada pembuluh darah akibat proses menua. Hal ini menyebabkan permeabilitas (kelenturan) dinding pembuluh darah berkurang. Sementara itu, nefrosklerosis maligna meruapakan kelainan ginjal yang ditandai dengan naiknya tekanan diastole diatas 130 mmHg yang terganggunya fungsi ginjal.

4. Kerusakan pada mata

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebakan kerusakan pembuluh darah dan saraf pada mata.

Hal yang menjadi penyebab utama terjadinya penyakit hipertensi adalah akibat aterosklerosis yang biasanya didasari dengan akibat konsumsi makanan yang mengandung lemak berlebihan dan kemudian menyebabkan terjadinya komplikasi hipertensi seperti penyakit jantung. Oleh sebab itulah untuk mencegah dari munculnya penyakit hipertensi adalah dengan cara mengurangi jumlah asupan dari makanan yang mengandung lemak secara berlebihan dan juga dengan pemberian dari obat-obatan yang memang dibutuhkan. Pembatasan dari konsumsi lemak yang memang sebaiknya dimulai dari sejak dini sebelum penyakit hipertensi muncul, dan paling utama untuk orang-orang yang mempunyai riwayat keturunan menderita penyakit hipertensi dan pada mereka yang berusia lanjut. Sebaiknya mulailah dari usia 40 tahun untuk para wanita agar lebih berhati-hati lagi dalam mengonsumsi makanan yang mengandung lemak pada usia mendekati masa menopause wanita.

Pencegahan yang paling utama dilakukan pada penyakit hipertensi adalah dengan cara melakukan pola makan yang sehat yang disertai dengan gizi yang seimabng, dimana Anda mengonsumsi makanan yang terdiri dari berbagai jenis makanan yang seimbang dari segi kuantitas dan juga segi kualitasnya. Dan disamping itu juga, tindakan yang dilakukan untuk memeriksakan tekanan darah yang dilakukan dengan teratur merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan. Selain itu bisa mencegah, tindakan yang seperti ini akan membantu menghindari dari terjadinya kenaikan tekanan darah yang drastis.

Cara Mengatasi Komplikasi Hipertensi

Dalam mengatur menu makanan yang harus dilakukan oleh penderita penyakit hipertensi adalah bertujuan untuk menghindari dan juga membatasi mekanan yang bisa meningkatkan kadar dari kolesterol darah serta juga bisa membantu dalam meningkatkan tekanan darah, sehingga para penderita tidak akan mudah mengalami penyakit stroke atau juga mengalami penyakit infark jantung. Diet yang dilakukan dengan tidak langsung memang tidak bisa menyembuhkan penyakit, namun biasanya dipakai untuk membantu memperbaiki sistem metabolisme yang mengalami kelainan atua paling tidak bisa membantu menurunkan gejala penyakit hipertensi. Adanya suatu gangguan dari pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, hipoksia menahun, kelainan yang terjadi pada hemodinamik, faktor sistem metabolik atau juga suatu kelainan yang lainnya yang bisa menyertainya dan membutuhkan masukan energi tambahan. Aktivitas jantung atau juga pernapasan yang memang dibutuhkan juga kalori yang agak cukup banyak di dalamnya.

Dan umumnya, pasien para penderita penyakit hipertensi yang melakukan rawat inap dan disertai dengan adanya suatu komplikasi hipertensi misalnya seperti penyakit jantung. Maka dari itulah pemberian dari diet untuk penderita penyakit hipertensi komplikasi jantung yang harus dilakukan rawat inap maka mereka juga tetap harus menjalani diet penyakit jantung.

Para penderita penyakit hipertensi yang menderita komplikasi penyakit jantung, maka sebaiknya meningkatkan konsumsi buah-buahan dan juga sayuran, yang paling utama adalah buah dan juga sayuran yang mengandung kandungan kalium. Makanan yang mengandung kalium atau juga makanan yang mengandung potasium 2-4 gram dalam sehari maka hal ini bisa membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Kadar dari kalium atau juga potasium yang biasanya banyak didapatkan dari beberapa jenis buah-buahan dan juga sayuran. Buah-buahan dan sayuran yang mengandung kandungan potasium dan sangat baik untuk dikonsumsi antara lain adalah buah semangka, alpukat, buah melon, buah pare, labu siam, lidah buaya, seledri, bawang putih dan lainnya. Para penderita penyakit hipertensi khususnya untuk mereka yang menderita komplikasi penyakit jantung, maka sangat disarankan sekali dalam mengatur menu makanan setiap harinya. Adanya berbagai bahan makanan yang sangat dianjurkan dan juga tidak dianjurkan untuk penderita dengan komplikasi penyakit jantung harus dihindari.

Komplikasi Hipertensi

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Risiko Dari Penyakit Hipertensi

Risiko Dari Penyakit Hipertensi – Hipertensi termasuk penyakit dengan angka kejadian (prevalensi) yang cukup tinggi, dan dikaitkan dengan kematian dari hampir 14 ribu pria di Amerika setiap tahunnya. Tanpa pengobatan, hipertensi ikut berperan dalam kematian ribuan orang lain karena penyakit lainnya yang timbul karena hipertensi dan cukup berbahaya seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung dan gagal ginjal terminal.

Risiko Dari Penyakit Hipertensi

Risiko Dari Penyakit Hipertensi

Resiko dari penyakit Hipertensi

Risiko Dari Penyakit Hipertensi membuka peluang 12 kali lebih besar bagi penderitanya untuk menderita stroke dan 6 kali lebih besar untuk serangan jantung, serta 5 kali lebih besar kemungkinan meninggal karena gagal jantung (congestive heart failure).

Penderita juga memiliki Risiko Dari Penyakit Hipertensi besar mengalami gagal ginjal. Di Amerika diperkirakan sekitar 64 juta lebih penduduknya yang berusia antara 18-75 tahun menderita hipertensi. Setengah dari jumlah tersebut pada awalnya tidak menyadari bahwa dirinya sedang diincar oleh pembawa maut yang bernama hipertensi.

Mereka yang mengidap hipertensi dapat diselamatkan apabila lebih dulu memeriksakan diri dan selanjutnya melakukan upaya untuk mengendalikannya. Setelah terdiagnosa, penderita hipertensi perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin sedikitnya sebulan sekali. Kemudian berusaha untuk mengurangi asupan garam dan lemak serta melakukan olahraga yang teratur beberapa kali dalam seminggu. Selain itu, bila anda terbiasa mengkonsumsi alkohol, maka kebiasaan yang satu ini pun harus dihentikan, dengan gaya hidup yang lebih sehat, kemungkinan besar anda akan dapat mengontrol hipertensi.

Gejala Hipertensi

Gejala hipertensi yang terjadi pada seseorang berbeda satu dengan yang lainnya, umumnya gejala hipertensi ini adalah gejala umum dari gejala penyakit lainnya, seperti :

  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar-debar
  • Sulit bernapas setelah bekerja atau mengangkat beban berat
  • Mudah lelah
  • Mudah emosi atau stress

Sehat jasmani dan rohani merupakan dambaan setiap orang. Sayangnya, semakin bertambah usia, kesehatan seseorang sedikit demi sedikit semakin terkikis. Mudah masuk angin, sering sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat melemah, mudah letih, lelah, pegal-pegal, tangan dan kaki terasa dingin.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi disebabkan karena meningkatnya tekanan darah atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga di mana darah itu berada. Sedangkan tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh kekuatan kuncup jantung yang mendesak isi balik kiri untuk memasukkan darah dalam batang pembuluh nadi. Tekanan darah setiap orang bervariasi setiap hari tergantung pada keadaan, aktivitas, pengaruh emosi dan zat-zat yang masuk ke dalam darah.

Tekanan darah dikatakan normal jika berkisar antara 120/80 mmHg. Tekanan darah normal disebut juga optima. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang anda lakukan. Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas, dan lebih rendah ketika anda beristirahat.

Tekanan darah dalam suatu hari juga berbeda-beda. Tekanan darah paling tinggi terjadi pada pagi hari dan paling rendah pada saat tidur di malam hari. Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami hipertensi.

Pada umumnya gejala hipertensi tidak diketahui dengan pasti. Secara umum gejala klinis dari penderita hipertensi adalah mudah marah, emosi berlebihan, sering merasa tegang, mudah lelah, telinga berdengung, pusing, sulit tidur, bagian tengkuk atau otot leher bagian belakang terasa berat dan kaku, pendangan mata agak berat dan berkunang. Meskipun demikian, ada sebagaian orang tidak merasakan gejala tersebut, inilah yang sangat berbahaya. Karena itu hipertensi sering disebut sillent killer.

Terapi penyakit hipertensi yang dilakukan adalah dengan tujuan untuk bisa mencegah dan menghindari terjadinya morbiditas dan juga mortalitas yang muncul akibat dari penyakit tekanan darah tinggi. Hal ini berarti bahwa tekanan darah yang memang harus diturunkan dengan serendah mungkin untuk tidak menimbulkan suatu gangguan pada fungsi ginjal, otak, jantung atau juga kualitas hidup si penderita.

Terapi Penyakit Hipertensi

Terapi penyakit hipertensi yang dilakukan adalah :

  1. Terapi non farmakologi
    Terapi ini bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara menjalankan pola hidup yang baik. Terapi ini biasanya dilakukan untuk segala bentuk jenis penyakit hipertensi. Modifikasi dari pola hidup terbukti untuk bisa menurunkan tekanan darah lain akibat penurunan tekanan darah pada kasus penyakit obesitas. Diet asupan kalium yang juga dilakukan dan juga kalsium, pengurangan dari asupan natrium, melakukan aktivitas fisik, dan juga dengan mengurangi konsumsi minuman yang mengandung alkohol.
  2. Terapi farmakologi
    Terapi penyakit hipertensi ini dilakukan sedikit berbeda dengan pasien yang usianya masih muda. Perubahan dari fisiologis yang terjadi untuk mereka yang berusia lanjut kemudian menyebabkan terjadinya konsentrasi pada obat yang akan semakin tinggi dan kemudian waktu eliminasi yang lama kelamaan akan semakin panjang. Juga akan terjadi suatu penurunan pada fungsi dan juga respond ari organ tubuh. adanya penyakit lain, adanya jenis obat-obatan untuk jenis penyakit lainnya yang sementara dikonsumsi, dan selain itu juga harus tetap diperhitungkan dalam pemberian obat anti hipertensi adalah :

    • Setidaknya diawali dengan minum satu jenis macam obat dengan dosis yang kecil
    • Penurunan pada tekanan darah yang sebaiknya dilakukan dengan perlahan, untuk penyesuaian dari autoregulasi guna untuk membantu mempertahankan perfusi pada organ vital
    • Regimen obat yang harus sederhana dan juga dosis yang sebaiknya diberikan sekali dalam sehari
    • Antisipasi dari efek samping obat
    • Pemantauan pada tekanan darah itu sendiri yang dilakukan dirumah untuk membantu mengevaluasi efektivitas dari pengobatan.

Risiko Dari Penyakit Hipertensi

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment