Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Walaupun yang diserang oleh penyakit hipertensi paru ini umumnya orang dewasa di usia produktif, waktu mereka sednag sibuk menyiapkan hari depan mereka, tapi menurut dokter ahli hipertensi ini, penyakit ini juga berkembang pada anak-anak yang masih kecil. Pada bayi yang baru lahir pun sering  tidak terdeteksi karena tidak ada tanda-tanda yang signifikan.

Penyakit hipertensi paru yang berjangkit pada anak-anak umumnya hipertensi primer. Walaupun demikian, penyakit itu masih bisa dideteksi, terutama dapat diketahui apakah anak itu sudah minum, bibir dan kuku jarinya berwarna merah biru. Meski demikian ia harus diimbangi dengan mesin jantung paru di ruang ICU. Dari penanganannya yang sudah-sudah kemungkinan akan bisa sembuh lagi juga amat kecil.

Karena itu sangat penting diketahui bahwa hipertensi paru pada anak dengan penyakit jantung bawaan bisa mucul pada saat si anak masih bayi atau pada saat si anak belum berusia empat tahun. Menurut dokter, penyakit jantung bawaan, kalau sering kena infeksi paru. Menurut kardiolog, hipertensi paru pada anak seumur hidup penderita hipertensi paru harus terus mengonsumsi obat untuk mempertahankan kondisi fisiknya.
Tekanan arteri parunya diusahakan normal, yakni 30-40 mmHg. Jika tekaan itu sudah di atas 40-60 mmHg, itu berarti sudah memasuki tekanan sedang. Tekanan berat adalah yang ukurannya di atas 70 mmHg. Bahkan ada yang pernah 90mmhg.

Sampai saat ini belum ada penyembuhan untuk hipertensi paru. Fokus utama dari pengobatan yang dilakukan terhadap hipertensi paru adalah menyediakan tahun-tahun terbaik bagi penderita, sehingga dapat membuat si penderita menjalankan aktivitas sehari-hari dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik. Tidak hanya diperlukan ketekunan untuk melakukan pengobatan juga semangat dan daya hidup sehingga mereka tetap bisa bertahan dalam menjalani hari-harinya. Dan mungkin yang paling penting dari itu, adalah jangan meremehkan hipertensi paru yang merupakan penyakit fatal karena terkait erat dengan denyut hidup seseorang.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Paru

Hipertensi paru-paru disebut juga dengan pulmonal. Hipertensi paru-paru merupakan penyakit fatal yang tekanan darah di pembuluh darah arteri pada paru-paru tidak normal. Penyakit hipertensi paru-paru ini sering pula disebut sebagai tekanan darah tinggi pada paru-paru. Penderita hipertensi paru harus terus diupayakan agar tekanan arteri paru normal (30-40 mmHg). Jika sudah di atas 40-60 mmHg harus terus dipantau agar jangan lebih tinggi menjadi 70mmHg atau 90mmHg. Pada hipertensi paru, pembuluh arteri kecil yang menyuplai darah tertekan dan menyebabkan tekanan darah di pembuluh darah meningkat. Karena hal itu sangat sulit bagi darah untuk melewati paru-paru. Jantung harus memompa darah lebih kencang untuk dapat mengurangi tekanan tersebut.
Ada dua jenis hipertensi paru-paru, yaitu hipertensi paru primer dan hipertensi paru sekunder. Hipertensi paru primer muncul tanpa sebab yang jelas, sedangkan hipertensi paru sekunder karena sebab yang jelas seperti cacat jantung bawaan, penyakit yang berhubungan dengan jaringan, infeksi HIV, penggumpalan darah, pengobatan, dan keracunan.

Di Indonesia konon belum ada data yang jelas menganai penderita hipertensi paru ini. Namun diperkirakan banyak, karena masih kurangnya kesadaran akan hipertensi paru ini dan sulitnya penyakit ini didiagnosis. Kurangnya statistik penyakit hipertensi paru di Indonesia, banyak orang menganggap remeh dan kurang memperhatikan penyakit itu, pada hal jika tidak diobati, harapan hidup penderita hipertensi paru hanya kurang dari tiga tahun saja.

Gejala penyakit hipertensi paru

Gejala dari penyakit hipertensi paru ini sama dengan kondisi penyakit lain, sehingga gejala awal hipertensi paru tidak terdeteksi dari awal hingga lanjut. Dengan demikian, jika kita mengalami susah bernapas, cepat lelah dan merasa sakit di dada, sering kali merasa pusing dan kaki mengalami bengkak jangan diremehkan gejala ini dan segeralah perti berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyakit apa sebenarnya yang tenaga diderita. Karena gejala-gejala seperti itu kemungkinan si penderita sedang dijangkiti oleh hipertensi paru.

Pada tahap awal sampai tahap lanjut, gejala-gejala tersebut menjadi semakin parah sehingga sedikit banyak menghambat aktivitas hidup dan akhirnya bisa dibiarkan terus kemungkinan bisa menemui ajal.

Banyak penderita seperti halnya seorang penderita yang didiagnosa salah dan penyakit diarahkan pada kembung atau liver, padahal yang diderita adalah hipertensi paru. Oleh karena itu, pengetahuan tentang penyakit hipertensi paru ini perlu disebarkan agar masyarakat makin peduli, bila dirinya atau orang yang terdekat di sekitarnya mengalami gejala-gejala serupa agar tidak salah dalam penanganan lebih lanjut. Jika sudah memberikan perawatan, penanganan, justru bisa melukai orang tubuh lainnya akibatnya kondisi penderita hipertensi paru ini semakin parah, karena tidak tertangani dengan benar. Bahkan masyarakat memandang enteng penyakit ini dan kurang memperhatikannya.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Darah Tinggi

Sebenarnya ada banyak pedoman yang dijadikan pegangan dalam batasan tekanan darah tinggi ini. Sebagai contoh adalah seperti tabel di bawah ini :

 

Batasan ini sering kali diperbarui oleh para ahli. Menurut beberapa penelititan dan kesepakatan para ahli belakangan ini, batasan tekanan darah yang normal adalah < 120 mmHg untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan darah diatolik. Ini sedikit berbeda dengan yang dahulu yaitu batasannya dalah 120/80 mmHg. Seseorang dapat dikatakan menderita hipertensi apabila didapatkan kenaikan tekanan darah pada dua kali kunjungan atau pemeriksaan yang berbeda waktunya, kecuali memang terdapat kenaikan yang tinggi atau didapatkan gejala-gejala klinis. Gejala yang sering ditemukan adalah sakit kepala, uring-uringan, rasa berat di tengkuk, sulit tidur atau pusing.

Ilmu pengobatan medis telah mengalami kesulitan dalam menentukan suatu norma standar. Pertama-tama, ada fluktuasi harian yang telah disebutkan sebelumnya. Tekanan darah dari orang normal pada saat istirahat bisa berkisar dari 95/65 mmHg pada malam hari sampai 130/80 pada pagi hari dan 150/90 pada sore hari. Lebih lanjut, tekanan darah banyak orang, walaupun tanpa sebab tertentu, baik menurut usia meskipun mereka tidak menderita tekanan darah tinggi. Juga, kadar tekanan darah, seperti halnya norma biologis lainnya, bisa ditetapkan hanya setelah sering melakukan pengukuran pada individu yang sehat. Tetapi karena tingkat tekanan darah orang sangat berlainan, sulit untuk menetapkan suatu garis pemisah yang kaku antara tekanan darah yang normal (normotensi) dan yang tinggi (hipertensi).

Di sisi lain, penting untuk menetapkan batas atas yang tegas, karena tanpanya kita tidak bisa mendeteksi tekanan darah tinggi atau mengevaluasi eefektivitas pengobatan. Setelah banyak debat, kami telah sampai pada aturan yang disepakati untuk menentukan norma yang sah :

Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan sistolik. Umur + 100 (maksimal 160 mmHg). Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan diastolik 90 mmHg, tidak peduli umurnya.

Maka, jika usia Anda 40 tahun, tekanan darah Anda tidak boleh melebihi 140/90. Jika tekanannya antara 140/90 dan 160/90, Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap 3-6 bulan untuk memastikan bahwa tidak ada kecondongan ke atas. Pembacaan 160/95 kelihatannya akan mengindikasikan bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi. Penyimpangan moderat dari nilai standar sistolik yaitu 20-30 mmHg lebih rendah dan jika berusia 60 tahun atau lebih 10-20 mmHg lebih tinggi adalah umum dan selaras dengan kesehatan yang baik.

 

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Hipertensi memang dikenal sebagai penyakit orangtua. Namun, anak-anak bahkan seorang bayi baru lahir juga bisa terkena. Anak-anak yang bertubuh tinggi biasanya berisiko lebih besar terkena hipertensi dibandingkan anak yang bertubuh lebih pendek seusianya. Meskipun kasusnya di Indonesia relatif kecil (kurang dari 1%), anak-anak yang masuk kelompok ini bisa mengalami masalah serius.

Tinggi-rendahnya tekanan darah pada anak-anak ditentukan dengan menghitung batas persentil antara tinggi badan dan usianya. Seorang anak dikatakan terkena darah tinggi apabila tekanan darahnya lebih tinggi sampai batas 5% di atas persentil ke 95.

America Heart Association (AHA) merekomendasikan agar anak berusia di atas 3 tahun melakukan pemeriksaan tekanan darah setahun sekali. Untuk mengenali hipertensi pada anak-anak (tanpa menguur tekanan darah).

Ada gejala-gejala yang perlu diperahtikan. Gejala yang muncul berupa sakit kepala, pusing, muntah dan badan menjadi lemas. Hipertensi pada anak-anak tergolong hipertensi sekunder, artinya disebabkan oleh faktor lain.

Faktor penyebabnya juga jelas seperti penyakit ginjal (hampir 80% kasus), kelainan jantung dan pembuluh darah. Kelainan sistem endokrin dan gangguan sistem saraf juga bisa mengakibatkan hipertensi pada anak-anak, penyakit ini bisa disembuhkan jika faktor penyebabnya bisa disingkirkan.

Pola makan tidak sehat, terutama yang dialami anak-anak yang beranjak dewasa, bisa memicu hipertensi. Anak-anak biasanya senang mengkonsumsi makanan siap saji atau junk food. Jenis makanan tersebut memiliki kandungan garam dan lemak tinggi. Karenanya, penting untuk membangun pola makan sehat sejak usia dini.

Selain makanan, orangtua sebaiknya mengusahakan anak-anaknya tidak terlalu sering terpapar asap rokok. Perokok lebih banyak terkena efek samping dari asap rokok.

Usahakan pula agar anak memiliki aktivitas sehingga mereka tetap aktif dan berolahraga. Perhatikan bagaimana anak-anak tidur, apakah ada masalah atau tidak. Sebab gangguan tidur seperti sleep apnea yaitu gangguan tidur berupa ngorok dan sindroma tidur tidak lelap karena sistem pernafasan tersumbat. Hal-hal ini akan menghindarkan terjadinya hipertensi.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Kenaikkan tekanan arteri pulmonalis disebabkan oleh peningkatan resistensi vaskuler paru. Hipertensi pulmonal sering terjadi akibat :

- Penyakit paru interstisial atau obstruktif kronik
- Kelainan jantung kongenital atau didapat disertai gagal jantung kiri
- Emboli paru rekuren
- Kelainan autoimun

Gambar : Hipertensi pulomonal atau yang lebih dikenal dengan hipertensi paru

Hipertensi pulmonal primer (atau idiopatik) jarang ditemukan, khsusunya terjadi pada wanita yang berusia 20-40 tahun, umumnya keadaan ini berlanjut menjadi insufisiensi pernapasan berat kor pulomonale, dan kematian dalam tempo beberapa tahun. Terapinya meliputi pemberian vasodilator dan kadang-kadang transplantasi paru.

Penyebab sebgaian besar kasus tidak diketahui, namun pada 50% kasus familial dan 25% penyakit sporadik, mutasi pada reseptor protein morfogenetik tulang tipe 2 bersifat patogenik.

Pada hipertensi pulmonal sekunder, disfungsi dan cedera endotel (yang dipicu oleh agen kimia atau makanan) menimbulkan vasokonstriksi persisten, kemudian terjadi hipertrofi tunika intima serta media dan peningkatan resistensi vaskuler.

Posted in Penyakit Hipertensi, Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Jantung

Hipertensi berpengaruh terhadap hampir semua bagian tubuh yang terpenting adalah jantung, pembuluh darah, otak, ginjal dan mata. Komplikasi yang mungkin timbul tergantung kepada berapa tingi tekanan darah, berapa lama telah diderita, adanya faktor-faktor risiko yang lain dan bagaimana keadaan tersebut dikelola atau ditangani.

Akibat hipertensi pada sistem jantung dan pembuluh darah yang terpenting adalah :

a. Kerusakan pembuluh darah

Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus menambah beban pembuluh arteri secara perlahan-lahan. Arteri mengalami proses pengerasan menjadi tebal dan kaku, sehingga mengurangi elastisitasnya.

Hipertensi juga mendorong proses terbentuknya pengendapan plak pada arteri koroner (arterioklerosis). Hal ini meningkatkan resistensi pada aliran darah yang pada gilirannya menambah naiknya tekanan darah. Dengan demikian, hipertensi jelas menjadi salah satu risiko PJK makin berat kondisi hipertensi, makin besar pula faktor risiko yang ditimbulkan.

b. Pembesaran dan kegagalan jantung

Kalau tekanan darah tinggi dibiarkan tanpa perawatan tetap, jantung harus memompa dengan sangat kuat untuk mendorong darah ke dalam arteri, lama-kelamaan dinding otot jantung akan menjadi semakin tebal.

Sebuah jantung yang membesar abnormal adalah jantung yang tidak sehat karena ia menjadi kaku dan irama denyutnya cenderung tidak teratur. Hal ini akan menjadikan pemompaan kurang efektif dan akhirnya akan menyebabkan kegagalan jantung.

c. Stroke

Storke adalah terganggunya aliran darah di pembuluh arteri yang menuju ke otak. Dalam salah satu penerbitannya, NSA (national stroke Assosiation)-USA menjelaskan sebagai berikut :

- Pembuluh arteri dan cabang-cabangnya mensuplai darah ke otak. Setiap arteri mensuplai area tertentu dari otak, namun demikian terdapat beberapa area dari otak disuplai darah dari beberapa arteri.

- Otak manusia terbagi menjadi beberapa bagian. Tiap bagian mengontrol motor (pergerakan) dan fungsi sensor tertentu. Kerusakan akibat stroke terhadap bagian tertentu tersebut dapat mengakibatkan “paralisis” (tidak dapat bergerak), sukar berbicara, serta kehilangan koordinasi.

- Suatu plak atau clot yang timbul di arteri yang mengganggu suplai darah ke otak dapat menyebabkan stroke. Plak tersebut di atas berasal dari terbentuknya arteriosklerosis yang disebabkan oleh kolesterol yang menumpuk pada arteri.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Esensial

Hipertensi esensial adalah suatu penyakit yang membingungkan, yang penyebab dan sifatnya masih sangat sedikit diketahui. Dinyatakan dalam bentuk yang paling sederhana, ini adalah suatu kelainan fungsional dari sirkuit saraf yang mengndalikan tekanan darah. Tetapi walaupun telah dilakukan penelitian intensif, kami belum menemukan lokasi cacatnya, apakah reseptor yang peka terhadap tekanan telah menngirimkan informasi yang salah, apakah pusat sirkulasinya sendiri yang cacat dan terlalu merangsang sistem simpatiko-adrenergik, atau apakah dinding arteri menjadi peka dan berekasi secara tidak normal. Semua pertanyaan ini belum terjawab.

Berbagai faktor banyak yang tidak diketahui, tampaknya memainkan peranan dalam malfungsi pengarturan tekanan darah yang membingungkan ini. Kita tahu bahwa faktor keturunan memainkan peran penting yang terbukti dari tingginya kejadian hipertensi esensial yang menurun dalam keluarga.

Riwayat kasus yang menunjukkan bahwa terjadinya hipertensi lebih besar diantara orang yang orangtua dan nenek-kakeknya menderita tekanan darah tinggi atau meninggal karena komplikasi yang muncul arena hal itu, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat seperti itu. Ilmu pengobatan hampir tidak tahu apapun  tentang sifat faktor keturunan ini.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Kronis

Ilmu pengobatan mendefinisikan hipertensi sebagai suatu peningkatan kronis (yang meningkat secara perlahan-lahan, bersifat menetap) dalam tekanan darah arteri sistolik dan diastolik yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor tetapi tidak peduli apa penyebabnya, mngikuti suatu pola yang khas. Dua aspek dari penyakit ini menyajikan bahaya potensial yang serius, pertama, kecenderungan tekanan meningkat untuk terus naik dan kedua, kerusakan yang dihasilkan arteri, jantung, otak, dan ginjal. Dalam hal ini hipertensi kronis berbeda darjenis peningkatan tekanan yang kurang serius seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Hipertensi kronis biasanya dimulai diam-diam, umumnya setelah usia 30 atau 40 tahun. Dalam kasus-kasus pengecualian, penyakit ini bisa dimulai lebih awal. Pada tahap awal, tekanannya mungkin naik secara berkala misalnya pada situasi stres biasa, ketika mengendarai mobil jarak jauh, dan kembali normal lebih lama dari biasanya. Atau tekanannya mungkin hanya naik saat bekerja, tidak pada saat istirahat atau berlibur. Pada kasus-kasus seperti ini kita membicarakan hipertensi labil, atau jika angkanya terletak diatas kisaran normal kita menyebutnya hipertensi perbatasan. Namun jika angkanya diatas normal secara konsisten , penyakitnya telah berkembang ke tahap stabil.

Hipertensi kronis bisa memiliki berbagai bentuk. Contohnya sangat banyak. Mereka datang dengan keluhan utama perasaan tidak sehat secara umum, sakit kepala hebat, masalah mata, dan gangguan jantung. Dan tekanan darah mereka tidak turun secara signifikan, bahkan setelah berbaring lama. Dalam kasus-kasus seperti ini, kita mungkin berurusan dengan suatu jenis penyakit hipertensi yang sangat agresif yang dikenal sebagai hipertensi ganas.

Disebut ganas karena berkembang dengan cepat dan drastis, serta menyebabkan kerusakan serius dan dini pada jantung, otak, ginjal, dan mata. Beberapa waktu yang lalu prognosis bagi orang-orang yang mengidap hipertensi dapat dihentikan sebelum menjadi ganas. Dan bahkan ketika penyakitnya telah berkembang ke tahap yang serius, tekanannya dapat dikurangi dan diturunkan ke level yang tidak terlalu berbahaya.

Dalam mayoritas kasus, tekanan darah tinggi kronis jika diobati dapat diturunkan dan komplikasinya dihindari. Setidaknya 95% dari pengidap hipertensi dapat memiliki bentuk hipertensi yang jinak. Ini sama dengan mengatakan perkembangannya lebih lambat dan efeknya tidak bermanifestasi lebih awal. Namun bahkan yang disebut hipertensi jenis jinak pun merupakan bahaya bagi kesehatan dan kehidupan.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Hipertensi

Tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang memegang peranan penting adalah jenis makanan yang di konsumsi sehari-hari, disamping faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin dan ras, keturunan, kegemukan, stres pikiran dan fisik, kepribadian tipe A yang ambisius dan gila kerja (workaholic), merokok, dan sebagainya. 

Makanan yang anda konsumsi sehari-hari merupakan salah satu faktor penting pemicu hipertensi. Mengonsumsi garam yang berlebihan maupun diet tidak seimbang juga meningkatkan resiko terkena hipertensi. Yang dimaksud diet tidak seimbang adalah diet tinggi lemak dan gula, serta rendah serat dan buah-buahan. Garam dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, karena natrium yang terkandung dalam garam bersifat menarik air, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Kandungan garam yang kita konsumsi sehari-hari sebaiknya tidak lebih dari 6 gram per hari. Semakin tua usia seseorang, tekanan darahnya akan semakin meningkat pula. Hal ini menyebabkan resiko terkena stroke menjadi lebih besar. Untuk orang berusia diatas 50 tahun, tekanan darah sistolik yang melebihi 140 mmHg dianggap sebagai faktor resiko stroke yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan darah diastolik yang tinggi.

Faktor genetik juga tidak bisa dilepaskan dari hipertensi. Seorang anak dengan kedua orangtua yang mengidap hipertensi, kemungkinan besar akan juga mengidap hipertensi pada usia dewasa nanti. Faktor-faktor lainnya seperti stres  karena pekerjaan, kecapekan, dan kurang istirahat, tipe kepribadian A yang ambisius dan perfeksionis serta gila kerja juga bisa menjadi pemicu hipertensi.

Tekanan darah yang meningkat secara perlahan akan merusak dinding pembuluh darah dengan memperkeras arteri dan mendorong terbentuknya bekuan darah dan aneurisme, yang pada akhirnya akan menyebabkan stroke, terutama pada orang yang berusia diatas 45 tahun.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Pada Kehamilan

Pre-eklampsia, atau hipertensi pada saat kehamilan, bisa muncul lebih awal dari usia kehamilan pada minggu ke-20 dan terkadang bisa  muncul belakangan setelah satu minggu pasca melahirkan/ persalinan. Kasus hipertensi pada kehamilan terjadi sekitar 5-8% dari semua kehamilan yang ada. Kebanyakan kasus hipertensi yang berkembang dan terjadi pada saat kehamilan akan segera menghilang dengan kelahiran bayi/ janin. Hipertensi yang berlangsung lama disebut dengan hipertensi karena pengaruh kehamilan (pregnancy-induced hypertension).

Faktor penyebab pre-eklampsia belum diketahui dengan jelas. Tanda-tanda pre eklampsia antara lain oedema atau pembengkakan pada tangan dan wajah, gangguan atau abnormalitas pada penggumpalan darah, adanya protein dalam urine (air seni). Pada kebanyakan wanita, pre eklampsia tidak pernah berkembang melebihi stadium ringan. Bagi beberapa wanita, pre eklamsia berkembang dengan cepat, peralihan dari stadium ringan ke stadium berat pre eklamsia dapat terjadi dalam beberapa minggu dan terkadang beberapa hari.

Para dokter biasanya menyarankan agar penderita hipertensi pada kehamilan menjalani bed rest atau istirahat total. Tapi apabila masalah pre eklamsia cenderung menetap atau bertambah berat, perawatan rumah sakit dan pengobatan dengan obat anti hipertensi sering diperlukan dan penting untuk mencegah berkembangnya pre eklamsia menjadi eklamsia (kondisi kesehatan yang berbahaya dan serius).

Eklamsia dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang sangat berbahaya, kejang-kejang, kma, bahkan kematian ibu, janin atau keduanya. Ketika eklamsia sering menghilang waktu bayi dilahirkan dokter seringkali melakukan upaya induksi. Induksi adalah upaya untuk mengakhiri kehamilan dengan jalan merangsang terjadinya kontraksi yang teratur untuk mempermudah  mengeluarkan bayi dari dalam rahim secara normal. Para dokter mungkin juga memberikan obat anti kejang. Apabila masih mengalami hipertensi setelah melahirkan, mungkin penderita memerlukan obat-obat antihipertensi. Perlu diketahui juga ada sedikit efek samping obat-obat anti hipertensi pada susu ibu, maka dari itu walau bagaimanapun menyusui bayi harus diawasi dan dimonitor dengan kuat.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment