Penyakit Hipertensi

Penyakit Hipertensi – Oke teman-teman semua disini saya akan membahas tentang penyakit darah tinggi atau hipertensi yang sering menjadi masalah disebagian masyarakat. Penyakit hipertensi adalah peyakit yang menyerang pembulu darah dan akan mengakibatkan tekanan darah didalam tubuh seseorang menjadi naik secara drastis, orang yang mengalami sakit hipertensi jika sudah tidak terkontrol akan menyebabkan terkena stroke bahkan bisa menyebabkan resiko kematian yang tinggi. Wah! Ternyata bahaya juga yah, penyakit yang dilihat biasa bisa menjadi berbahaya bahkan bisa menyebabkan nyawa seseorang hilang.

Jadi anda harus bisa berhati-hati akan bahaya penyakit ini jangan sampai anda terkena penyakit hipertensi tetapi untuk anda yang sudah mengalami penyakit hipertensi anda tidak perlu cemas untuk mencari obat yang bisa menyembuhkan penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi memiliki beberapa gejala yang biasa ditimbulkan, gejala-gejala tersebut pastinya akan menganggu segala aktivitas anda karena gejala tersebut akan menimbulkan rasa sakit. Penyakit ini bukan hanya dialami oleh penduduk indonesia tetapi penyakit ini banyak dialami oleh penduduk america bahkan lebih dari 74,5 juta jiwa penduduk america mengalami penyakit hipertensi dan banyak yang tidak diketahui penyebabnya.

Beberapa Gejala Hipertensi Atau Darah Tinggi :

  1. Sering sakit kepala dan pusing
  2. Mengalami pendarahan dihidung (mimisan)
  3. Pandangan mata sering kabur atau tidak jelas
  4. Susah berkonsentrasi dan susah untuk tidur
  5. Sensitif dan mudah marah
  6. Sering kelelahan saat melakukan berbagai aktivitas
  7. Sering buang air kecil
  8. Sering berkeringat secara berlebihan
  9. Wajah kemerahan
  10. Nyeri perut bahkan bisa muntah

Gejala penyakit hipertensi diatas sering sekali dialami oleh sebagian orang dan menyebabkan seseorang menjadi tidak nyaman karena sakit yang ditimbulkan, penyakit hipertensi yang sudah parah bahkan sudah tidak terkontrol bisa menyebabkan orang tersebut terkena stroke. Saya akan memberitahu anda bahan-bahan yang alami yang bisa anda gunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara alami dan aman untuk and gunakan.

Penyakit Hipertensi Dan Obatnya

Penyakit Hipertensi Dan Obatnya

 

Obat Alami Untuk Mengobati Penyakit Hipertensi :

  • Menggunkan Mengkudu

Tidak usah diragunakan lagi bahwa mengkudu banyak digunakan sebagai obat-obatan herbal, khasiat yang terdapat dimengkudu mampu menyembuhkan berbagai penyakit salah satunya adalah penyakit hipertensi atau darah tinggi. Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mendapatkan mengkudu karena banyak tamanan mengkudu yang tumbuh diberbagai tempat saya akan memberitahu anda bagaimana cara membuat ramuan untuk mengobati hipertensi dengan menggunakan mengkudu. Pertama-tama anda siapkan mengkudu yang sudah matang kemudian anda cuci mengkudu tersebut lalu anda tumbuh sampai halus, mengkudu yang sudah halus bisa anda peras kemudian ambil airnya. Air perasan mengkudu bisa anda campurkan dengan madu murni lalu anda aduk hingga rata, minum ramuan ini secara rutin dan teratur 2 kali sehari agar tekanan darha tinggi anda bisa segera turun dan normal.

  • Menggunakan Bawang Putih

Selain banyak digunakan untuk bumbu memasak anda juga bisa menggunakan bawang outih sebagai cara menurunkan tekanan darah tinggi. Bawang putih sangat ampuh mengobati hipertensi anda bisa makan satu siung bawang putih setiap untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, komsumsi bawang putih setelah itu anda bisa langsung minum air hangat atau anda bisa menambahkan lebih banyak bawang putih kedalam menu masakan anda.

  • Menggunakan Teh Hijau

Teh hijau sangat bagus untuk kesehatan terutaman untuk menurunkan tekanan darah didalam tubuh, banyak ornag yang menggunakan teh hijau sebagai resep kesehatan karena kandungan antioksidanya yang bagus untuk tubuh. Anda bisa menyeduh teh hijau setiap pagi lalu minum teh hijau secara rutin selagi masih hangat, dengan mengkomsumsi teh hijau secara rutin tekanan darah tinggi anda akan menurun secara alami dan efektif.

  • Menggunakan Timun

Anda bisa menggunakan timun untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara alami, timun mempunyai kadar mineral potassium yang sangat baik untuk mengatasi masalah ginjal dan bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Caranya sangat mudah dan praktis anda cukup menyiapkan beberapa timun kemudian anda cuci timun tersebut sampai bersih, timun yang sudah bersih bisa anda parut dan minum airnya atau anda juga bisa menggunakan timun sebagai lalapan saat anda makan.

Beberapa bahan yang alami diatas bisa anda gunakan sebagai cara mengobati hipertensi, jika anda mengalami penyakit hipertensi cobalah membuat ramuan dengan menggunakan bahan yang alami, karena yang alami akan menghasilkan hasil yang baik pula untuk kesehatan tubuh anda. Cara yang alami juga tidak akan membuat uang anda habis karena bahan yang alami harganya lebih terjangkau dan bisa anda beli kapan saja anda butuhkan.

Pada dasarnya semua penyakit bisa timbul karena kebiasaan kita yang tidak melakukan pola hidup yang sehat jadi mulai dari sekarang anda bisa rubah kebiasaan-kebiasaan buruk anda dan mulai melakukan pola makan yang benar dan sehat, pentingnya melakukan pola hidup sehat agar anda semua bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang berbahaya seperti hipertensi. Lakukanlah olahraga secara teratur jika anda ingin mendapatkan tubuh yang bugar dan juga sehat, olahraga terbukti ampuh sebagai cara mencegah berbagai penyakit dan tentunya dengan melakukan olahraga secara teratur anda akan mendapatkan tubuh yang ideal dan bagus dan pastinya akan menajdi suatu kebanggaan untuk diri anda sendiri.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi – Pada umumnya penyakit yang terjadi pada seseorang diakibatkan oleh dirinya sendiri yang kurang menjaga kesehatan tubuhnya dan seiring munculnya banyak penyakit di dalam kehidupan masyarakat saya akan membahas salah satu penyakit yang banyak di alami oleh masyarakat saat ini yaitu penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan bagaimana cara yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut. Saat ini jumlah penderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi setiap tahunnya selalu meningkat tinggi bahkan penyakit ini sudah menjalar pada anak-anak yang masih berusia muda padahal penyakit ini seharusnya dialami oleh orang yang sudah lanjut usia atau pada lansia, tekanan darah yang tinggi melebihi batas normal bisa membuat seseorang merasakan macam-macam gejala dan tentunya tekanan darah yang tidak normal bisa berbahaya bagi keselamatan seseorang.

Banyak orang yang tidak menyadari dan banyak yang kurang peduli terhadap kesehatan tubuhnya dan pada saat sudah mengalami sakit biasanya orang tersebut baru menyadari, memang yang namanya penyesalan selalu datang belakangan tetapi meskipun begitu bagi anda yang menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi anda tidak boleh putus asa atau sedih karena saat ini banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit hipertensi. Pengobatan herbal adalah pilihan yang sangat tepat untuk anda lakukan karena pengobatan herbal sangat aman dan alami selain itu pengobatan tersebut lebih terjangkau, saat ini banyak obat herbal yang di jual di pasaran atau toko obat untuk mengatasi masalah penyakit hipertensi dan anda bisa dengan mudah membeli obat-obatan tersebut.

Selain dengan obat herbal anda juga bisa membantu pengobatan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan mengkomsumsi beberapa makanan yang bisa menurunkan tekanan darah yang tinggi selain mengkomsumsi makanan tersebut bila anda ingin membuat ramuan sendiri untuk membantu penyembuhan hipertensi anda juga bisa melakukannya dengan beberapa bahan alami seperti tanaman mengkudu, daun sirsak, daun pegagan, kulit manggis, daun seledri, wortel, buah kesemek, biji teratai, bawang putih, daun meniran dan masih banyak lagi berbagai bahan alami yang bisa di olah menjadi ramuan untuk mengobati penyakit hipertensi.

Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Beberapa Gejala Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi :

  • Kepala sering merasa sakit atau pusing.
  • Pada tahap awal penderita bisa mengalami mimisan atau pendarahan di hidung.
  • Mengalami gejala mual dan juga muntah.
  • Sering merasa mengantuk dan menguap.
  • Penderita sering mengalami kesemutan pada bagian tubuh kaki dan tangan.
  • Sering marah-marah atau mudah emosi.
  • Pandangan mata sering menjadi tidak jelas dan rabun.

Gejala dari penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa dialami oleh penderita kapan saja dan dimana saja, dan gejala di atas bila tidak segera ditangani akan sangat berbahaya bagi penderitanya. Risiko yang paling tinggi pada penyakit hipertensi adalah serangan jantung dan juga serangan stroke, dan banyak orang yang mengalami kedua serangan tersebut saat penyakit hipertensinya kambuh dan orang tersebut sudah tidak bisa mengontrolnya dengan baik, jadi anda harus tetap waspada akan bahaya dari penyakit hipertensi. Untuk anda yang saat ini masih memiliki tubuh sehat tanpa penyakit apapun anda bisa mencegah penyakit hipertensi dengan beberapa cara terutama bagi anda yang masih muda-muda karena penyakit ini bisa terjadi di usia muda jadi lebih baik anda melakukan pencegahan dari pada pengobatan.

Tips Atau Cara Mencegah Penyakit Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi :

  • Membatasi Komsumsi Garam

Para peneliti mengatakan bahkan bila seseorang mengkomsumsi kadar garam yang berlebihan setiap harinya maka orang tersebut sangat berisiko terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi, jadi mulai saat ini anda memperhatikan jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh. Hindari makanan siap saji karena mengandung kadar garam yang sangat tinggi, biasanya untuk mengkomsumsi masakan yang di olah sendiri karena anda bisa mengatur sendiri jumlah garam yang akan di gunakan.

  • Minum Air Putih

Hal yang sederhana ternyata mempunyai banyak manfaat, anda bisa mulai dengan kebiasaan sehat yaitu minum air putih secara cukup setiap harinya minimal 8 gelas perhari, air putih sangat baik untuk tubuh dan membantu melancarkan pencernaan tubuh sehingga bagi anda yang mempunyai tubuh gemuk anda bisa melancarkan pencernaan dan menurunkan berat badan karena tubuh yang gemuk berisiko terhadap tekanan darah tinggi.

  • Olahraga

Dengan olahraga tubuh anda bisa sehat dan bugar selain itu olahraga yang dilakukan dengan teratur bisa mencegah berbagai jenis penyakit seperti hipertensi dan diabetes.

  • Komsumsi Makanan Sehat

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat serta bebas dari macam-macam penyakit anda juga harus mengkomsumsi makanan yang sehat, usahakan untuk selalu mengkomsumsi makanan sehat seperti sayuran hijau, kacang, kacangan dan makanan yang mempunyai serat dan gizi yang tinggi karena makanan sehat yang masuk kedalam tubuh bisa di olah dengan baik.

Nah, penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan cara mencegah penyakit tersebut sudah saya berikan untuk anda semua sebagai informasi agar anda senantiasa bisa selalu mencegah penyakit ini dan tetap waspada terhadap penyakit yang lainnya.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi

Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi – Dalam pembahasan artikel saya ini saya akan membahas mengenai masalah penyakit hipertensi dan hipotensi, tentu anda semua sudah tidak asing lagi dengan kata-kata penyakit hipertensi dan hipotensi karena penyakit ini banyak sekali dialami oleh penduduk di Indonesia bahkan bukan hanya penduduk Indonesia yang menderita kedua masalah tersebut tetapi banyak orang di negara luar yang penduduknya juga mengalami masalah hipertensi dan hipotensi. Penyakit hipertensi dan hipotensi memang sama berhubungan dengan tekanan darah seseorang tetapi kedua dan keduanya juga memiliki ciri-ciri atau gejala yang hampir sama jadi terkadang susah untuk membedakan masalah hipertensi dan hipotensi, dan untuk anda yang ingin mengetahuinya anda bisa melakukan tensi darah ke puskesmas atau klinik agar mengetahui tekanan darah di dalam tubuh anda.

Tekanan darah yang normal biasanya sekitar 120/80 mmHg dan bila anda melakukan tensi darah dan hasilnya tekanan darah anda di bawah angkat normal tersebut berarti anda mengalami tekanan darah rendah yang disebut dengan hipotensi sedangkan untuk hipertensi dimana tekanan darah anda melebihi jumlah normal atau lebih tinggi dari 120/80 mmHg, saat ini penyakit hipertensi dan hipotensi memang sudah biasa di alami oleh masyarakat tetapi bukan berarti anda bisa meremehkan penyakit tersebut, untuk hipertensi lebih berbahaya di bandingkan dengan hipotensi karena hipertensi bisa menyebabkan seseorang terkena serangan jantung atau stroke yang bisa membuat kematian pada penderitanya sedangkan untuk hipotensi yang paling parah penderitanya bisa mengalami pingsan secara tiba-tiba. Untuk anda yang saat ini mengalami masalah hipertensi atau hipotensi sebaiknya mulai saat ini anda mulai mencari cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, jangan biarkan masalah tekanan darah mengganggu segala aktivitas atau kegiatan anda sehari-hari.

Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi

Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi

Gejala Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi Yang Sering Dialami :

Hipertensi :

  • Pada tahap awal penderita akan mengalami mimisan atau pendarahan di hidung.
  • Sering mengalami sakit kepala.
  • Sering mengalami mual dan muntah.
  • Sering merasa mati rasa pada bagian tubuh tertentu seperti kaki dan tangan.
  • Pandangan mata sering buram atau menjadi tidak jelas.
  • Sering marah-marah atau sensitif terhadap semua hal.

Hipotensi :

  • Pandangan mata sering mengalami gangguan seperti tidak jelas.
  • Sering merasa gelisah.
  • Sering mengalami pusing.
  • Sering merasa mengantuk.
  • Kelapa sering terasa ringan.
  • Tubuh terasa sangat lemas.
  • Wajah terlihat pucat seperti orang yang tidak mempunyai semangat.
  • Jika sudah parah bisa menyebabkan seseorang menjadi pingsan.

Diatas adalah beberapa gejala dari penyakit hipertensi dan hipotensi yang sering dialami oleh penderitanya, bila anda sering mengalami gejala-gejala di atas segera lakukan tensi darah untuk mengetahui tekanan darah di tubuh anda.

Tips Mengatasi Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi Yang Tepat :

Hipertensi :

Gunakan Buah Kesemek Dan Biji Teratai

Cara membuatnya anda siapkan satu buah kesemek dan biji teratai secukupnya kemudian cuci bersih buah kesemek lalu potong menjadi beberapa bagian, rebus biji teratai dengan air sampai mendidih dan setelah mendidih anda masukan buah kesemek yang sudah di potong-potong lalu biarkan sampai mendidih lagi. Setelah matang angkat lalu saring dan minum ramuan tersebut secara rutin setiap harinya agar tekanan darah anda bisa segera turun dengan cepat.

Hipotensi :

Untuk penderita hipotensi anda bisa mengatasi tekanan darah yang rendah dengan mengkomsums beberapa makanan atau sayuran yang ampuh untuk menaikan tekanan darah rendah secara efektif.

Mengatasi hipotensi dengan : kacang-kacangan, minum air secukupnya, komsumsi bayam, makan daging dan hati ayam, makan roti , minum kopi secukupnya, kurangi gula dan alkohol, komsumsi lemak nabati, makan sereal atau oatmeal.

Beberapa cara di atas bisa mengalami masalah tekanan darah tinggi dan rendah yang anda alami, bila anda bisa menjalankan pola hidup yang sehat maka secaar otomatis anda juga akan mendapatkan tubuh yang sehat dengan tekanan darah yang normal, pola hidup sehat bisa dilakukan dengan banyak cara seperti komsumsi makanan yang sehat yang mengandung banyak serat dan vitamin, olahraga secara teratur minimal 3 kali dalam seminggu, kurangi stres, kontrol jumlah garam dan gula yang masuk ke dalam tubuh, dan usahakan untuk selalu berfikir yang positif.

Penyebab Seseorang Mengalami Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi Adalah :

  1. Faktor keturunan.
  2. Sering mengkomsumsi alkohol.
  3. Sering mengkomsumsi makanan berlemak.
  4. Bertambahnya usia.
  5. Sering minum obat-obatan.
  6. Kurang istirahat atau kurang tidur. jarang bergerak atau olahraga.
  7. Jarang makan buah dan sayur yang bergizi.
  8. Sering mengalami stres.
  9. Kelebihan berat badan atau obesitas.

Demikian artikel tentang penyakit hipertensi dan hipotensi yang bisa saya bahas di artikel ini, saya sudah memberitahu anda semua apa saja gejala hipertensi dan hipotensi, cara mengatasi hipertensi dan hipotensi dan faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena hipertensi dan hipotensi. Dan intinya adalah anda harus selalu menjaga kesehatan tubuh untuk mendapatkan tekanan darah yang normal dan tubuh yang sehat di usia yang sudah tidak muda lagi.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pada Lansia

Penyakit Hipertensi Pada Lansia – Penyakit hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh banyak orang, untuk itu saya akan membahas penyakit hipertensi pada lansia dan cara yang tepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Hipertensi atau yang sering di kenal masyarakat dengan darah tinggi bisa di alami oleh siapa saja bahkan saat ini bukan hanya orang yang sudah lanjut usia (lansia) yang mengalami tekanan darah tinggi tetapi banyak anak-anak muda yang sudah mempunyai tekanan darah tinggi, penyakit hipertensi pada lansia sudah biasa di derita bahkan jumlah hiperntensi setiap tahunya selalu meningkat dan bertambah. Hipertensi di ketahui sebagai penyakit pembunuh yang perlahan karena biasanya penderita hipertensi hanya mengalami gejala yang biasa dan tidak terlalu parah.

Tetapi bila hipertensi sudah benar-benar meningkat dan orang yang mempunyai hipertensi tersebut tidak bisa mengendalikan atau mengontrol penyakit tersebut maka bisa menyebabkan serangan jantung dan yang lebih parahnya bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, sebaiknya anda mencegah penyakit ini saat masih berusia muda agar pada usia tua anda masih tetap sehat dan tidak menderita penyakit hipertensi. Banyak pencegahan yang bisa dilakukan di usia muda karena pencegahan memang lebih baik dari mengobati, dan itu memang sebuah pepatah yang sangat bagus untuk di terapkan pada semua orang bahkan saya sendiri tentunya. Penyakit hipertensi pada lansia bisa diatasi dengan beberapa obat herbal yang bisa menurunkan tekanan darah yang tinggi sehingga para penderita hipertensi bisa sembuh dan kembali sehat, tentunya di usia yang sudah tua anda ingin menikmati hidup yang indah dan ingin melakukan hal-hal yang disukai dan semua hal itu bisa dilakukan bila anda memiliki tubuh yang sehat maka dari itu segera obati hipertensi dengan cepat dan jangan sampai terlambat.

Penyakit Hipertensi Pada Lansia

Penyakit Hipertensi Pada Lansia

Cara Mengobati Penyakit Hipertensi Pada Lansia :

  • Buah Kesemek Dan Biji Teratai

Cara menurunkan hipertensi secara alami bisa menggunakan buah kesemek dan biji teratai bahan alami ini sangat efektif bila dijadikan obat darah tinggi. Caranya anda siapkan buah kesemek dan biji taratai lalu rebus biji teratai dengan periuk yang dari tanah dan biarkan sampai mendidih, setelah mendidih angkat lalu potong-potong buah kesemek dan masukan kedalamnya lalu rebus lagi sampai mendidih, ramuan ini bisa diminum secara rutin setiap hari untuk mengobati penyakit hipertensi pada lansia.

  • Daun Meniran

Cara tradisional yang lain yang bisa menjadi obat untuk membantu menyembuhkan penyakit hipertensi adalah dengan daun meniran, bahan alami ini banyak digunakan orang-orang jaman dahulu sebagai obat hipertensi yang ampuh. Caranya siapkan daun meniran secukupnya lalu cuci sampai bersih dan tumbuk daun meniran sampai halus kemudian anda berikan sedikit air dan peras lalu saring airnya. Air tersebut anda minum secaar teratur 3 kali dalam sehari agar penyakit hipertensi yang anda bisa segara sembuh dengan cepat.

  • Daun Alpukat Dan Gula Batu

Pengobatan yang tepat bisa dilakukan dengan membuat ramuan yang memakai bahan dasar daun alpukat dan gula batu, ternyata bukan hanya buahnya yang bisa di makan dan mempunyai banyak manfaat tetapi daun alpukat juga bisa dijadikan obat penyakit hipertensi pada lansia secara alami. Pertama anda bisa siapkan daun alpukat dan gula batu kemudian anda cuci bersih daun alpukat lalu rebus dan masukan gula batu ke dalamnya dan biarkan sampai mendidih. Minum ramuan tersebut saat sudah dingin dan jangan lupa untuk minum ramuan tersebut satu kali dalam sehari untuk menyembuhkan penyakit hipertensi atau darah tinggi.

  • Buah Belimbing Wuluh

Bahan alami lainnya adalah buah belimbing wuluh, bahan alami ini banyak di jual di pasar selain bisa dijadikan sayur buah belimbing wuluh juga bisa dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit hipertensi secara efektif dan mudah. Caranya siapkan buah belimbing wuluh lalu cuci bersih dan parut kemudian peras untuk mengambil airnya, air perasan buah belimbing wuluh bisa langsung di minum untuk mendapatkan khasiatnya, minum ramuan itu dua kali sehari secara teratur.

  • Daun Seledri

Seledri juga bisa dijadikan obat hipertensi yang tepat selain mudah untuk mendapatkan seledri sayuran yang satu ini harganya cukup terjangkau jadi anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dalam melakukan pengobatan hipertensi, caranya siapkan seledri lalu cuci seledri sampai benar-benar bersih dan rebus dengan air sebanyak dua gelas. Rebus sampai mendidih dan airnya menjadi ¾ lalu angkat dan saring airnya, minum ramuan tersebut secara rutin dua kali dalam sehari masing-masing sebanyak 3/8 gelas. Bila anda mengkomsumsi ramuan ini dengan rutin maka penyakit hipertensi atau darah tinggi yang anda alami bisa segera sembuh dan bila anda bisa segera sehat kembali.

Bahan alami diatas merupakan ramuan alami yang bisa menyembuhkan penyakit hipertensi pada lansia, dan bila anda atau orang tua anda sedang sakit hipertensi cobalah untuk membuat ramuan di atas sebagai pengobatan yang tepat dan alami. Obat alami yang di minum secara rutin bisa menyembuhkan penyakit hipertensi dan anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal bila melakukannya dengan benar selama pengobatan.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak – Walaupun yang diserang oleh penyakit hipertensi paru ini umumnya orang dewasa di usia produktif, waktu mereka sednag sibuk menyiapkan hari depan mereka, tapi menurut dokter ahli hipertensi ini, penyakit ini juga berkembang pada anak-anak yang masih kecil. Pada bayi yang baru lahir pun sering  tidak terdeteksi karena tidak ada tanda-tanda yang signifikan.

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak umumnya hipertensi primer. Walaupun demikian, penyakit itu masih bisa dideteksi, terutama dapat diketahui apakah anak itu sudah minum, bibir dan kuku jarinya berwarna merah biru. Meski demikian ia harus diimbangi dengan mesin jantung paru di ruang ICU. Dari penanganannya yang sudah-sudah kemungkinan akan bisa sembuh lagi juga amat kecil.

Karena itu sangat penting diketahui bahwa hipertensi paru pada anak dengan penyakit jantung bawaan bisa mucul pada saat si anak masih bayi atau pada saat si anak belum berusia empat tahun. Menurut dokter, penyakit jantung bawaan, kalau sering kena infeksi paru. Menurut kardiolog, hipertensi paru pada anak seumur hidup penderita hipertensi paru harus terus mengonsumsi obat untuk mempertahankan kondisi fisiknya.
Tekanan arteri parunya diusahakan normal, yakni 30-40 mmHg. Jika tekaan itu sudah di atas 40-60 mmHg, itu berarti sudah memasuki tekanan sedang. Tekanan berat adalah yang ukurannya di atas 70 mmHg. Bahkan ada yang pernah 90mmhg.

Sampai saat ini belum ada penyembuhan untuk Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak. Fokus utama dari pengobatan yang dilakukan terhadap hipertensi paru adalah menyediakan tahun-tahun terbaik bagi penderita, sehingga dapat membuat si penderita menjalankan aktivitas sehari-hari dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik. Tidak hanya diperlukan ketekunan untuk melakukan pengobatan juga semangat dan daya hidup sehingga mereka tetap bisa bertahan dalam menjalani hari-harinya. Dan mungkin yang paling penting dari itu, adalah jangan meremehkan hipertensi paru yang merupakan penyakit fatal karena terkait erat dengan denyut hidup seseorang.

Penyakit hipertensi paru oada anak memang masih belum kurang diketahui oleh masyarakat. Padahal jenis penyakiti hipertensi paru pada anak ini bukan hanya menyerang anak-anak saja namun juga menyerang mereka yang berusia produktif dan juga bisa menyebabkan masalah yang lebih parah lagi yakni adalah seperti kematian. Penyakit hipertensi paru biasanya lebih banyak menyerang wanita dengan usia 20-an dan juga 40-an. Tetapi penyakit hipertensi paru juga bisa menyerang pria, anak-anak serta orang tua. Jika penyakit hipertensi paru ini tidak segera diatasi, maka harapan hidup dari mereka yang menderita penyakit ini hanya bisa mencapai 3 tahun saja.

Penyebab penyakit hipertensi paru yang paling utama hingga saat ini juga masih belum diketahui secara jelas. Namun orang yang mempunyai resiko terserang penyakit ini adalah mereka dengan kondisi penyakit jantung bawaan, mereka yang menderita infeksi penyakit HIV Aids, dan juga segala penyakit yang berhubungan dengan adnaya jaringan, penggumpalan darah, obesitas atau juga kelainan yang terjadi pada jaringan ikat.

Gejala Hipertensi Paru

Beberapa gejala dari penyakit hipertensi paru yang harus diwaspadai adalah :

  1. Sesak nafas
  2. Cepat merasa lelah yang terjadi dengan menahun
  3. Sakit pada dada
  4. Sakit kepala atau pusing
  5. Pembengkakan pada perut dan juga kaki
  6. Jantung yang berdebar-debar serta bunyi dari jantung yang lain.

Jika memamg sudah muncul gejala maka sifatnya sudah kronis dan menurut statistik harapan hidup dari mereka yang menderita penyakit ini bisa hanya tersisa 3-5 tahun saja.

Untuk anak-anak yang menderita penyakit jantung bawaan dengan mengalami suatu kelainan yang parah, biasanya dokter akan melakukan tindakan operasi untuk bisa menghindari terjadinya penyakit hipertensi. Dan pengobatan lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan transplantasi paru, namun ini masih belum dilakukan di Indonesia. Penyakit hipertensi paru pada anak masih belum bisa disembuhkan hingga total. Namun oleh dokter, pasien biasanya akan diberikan beberapa jenis obat-obatan yang bisa membantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka agar lebih baik lagi dan kemudian pasien akan bisa menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Ketergantungan dari pasien dengan obat-obatan akan berlangsung selama seumur hidup mereka. Kini, dengan seiringnya kemajuan dari teknolohi, semakin bertambah lagi pengobatan yang bisa dilakukan oelh mereka yang menderita penyakit hipertensi yakni adalah iloprost. Iloprost digunakan dengan tujuan utnuk membantu dalam melebarkan paru-paru dan membantu meningkatkan aliran darah lewat paru-paru. Kemudian bisa membantu dalam memudahkan pernapasan sehingga akan semakin banyak lagi oksigen yang akan bisa disalurkan menuju ke jantung dan menuju ke seluruh tubuh. selain itu, efek samping yang dihasilkan dari iloprost ini adalah sakit kepala dan juga muka merah. Penggunaan dari iloprost ini tidak sama seperti penggunaan inhaler untuk penyakit asma, karena untuk menghirup iloprost ini maka membutuhkan nebulizer yang ada di rumah sakit.

Namun biaya dari pembelian iloprost sendiri masih tergolong mahal, yakni dengan harga Rp. 300rb untuk 20 mikrogran yang digunakan paling tidak 6-9 kali pemakaian. Dan dosis yang bisa dikonsumsi pada pasien biasanya tergantung dari berat badan pasien.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi paru pada anak dan cara penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Paru

Penyakit Hipertensi Paru – Hipertensi paru-paru disebut juga dengan pulmonal. Hipertensi paru-paru merupakan penyakit fatal yang tekanan darah di pembuluh darah arteri pada paru-paru tidak normal. Penyakit hipertensi paru-paru ini sering pula disebut sebagai tekanan darah tinggi pada paru-paru. Penderita hipertensi paru harus terus diupayakan agar tekanan arteri paru normal (30-40 mmHg). Jika sudah di atas 40-60 mmHg harus terus dipantau agar jangan lebih tinggi menjadi 70mmHg atau 90mmHg. Pada hipertensi paru, pembuluh arteri kecil yang menyuplai darah tertekan dan menyebabkan tekanan darah di pembuluh darah meningkat. Karena hal itu sangat sulit bagi darah untuk melewati paru-paru. Jantung harus memompa darah lebih kencang untuk dapat mengurangi tekanan tersebut.

Penyakit Hipertensi Paru

Penyakit Hipertensi Paru

Penyakit Hipertensi Paru

Ada dua jenis hipertensi paru-paru, yaitu penyakit hipertensi paru primer dan hipertensi paru sekunder. Hipertensi paru primer muncul tanpa sebab yang jelas, sedangkan hipertensi paru sekunder karena sebab yang jelas seperti cacat jantung bawaan, penyakit yang berhubungan dengan jaringan, infeksi HIV, penggumpalan darah, pengobatan, dan keracunan.

Di Indonesia konon belum ada data yang jelas menganai penderita hipertensi paru ini. Namun diperkirakan banyak, karena masih kurangnya kesadaran akan hipertensi paru ini dan sulitnya penyakit ini didiagnosis. Kurangnya statistik penyakit hipertensi paru di Indonesia, banyak orang menganggap remeh dan kurang memperhatikan penyakit itu, pada hal jika tidak diobati, harapan hidup penderita hipertensi paru hanya kurang dari tiga tahun saja.

Gejala Penyakit Hipertensi Paru

Gejala dari penyakit hipertensi paru ini sama dengan kondisi penyakit lain, sehingga gejala awal hipertensi paru tidak terdeteksi dari awal hingga lanjut. Dengan demikian, jika kita mengalami susah bernapas atau sesak nafas, cepat lelah dan merasa sakit di dada, sering kali merasa pusing dan kaki mengalami bengkak jangan diremehkan gejala ini dan segeralah perti berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyakit apa sebenarnya yang tenaga diderita. Karena gejala-gejala seperti itu kemungkinan si penderita sedang dijangkiti oleh hipertensi paru.

Pada tahap awal sampai tahap lanjut, gejala-gejala tersebut menjadi semakin parah sehingga sedikit banyak menghambat aktivitas hidup dan akhirnya bisa dibiarkan terus kemungkinan bisa menemui ajal.

Banyak penderita seperti halnya seorang penderita yang didiagnosa salah dan penyakit diarahkan pada perut kembung atau penyakit liver, padahal yang diderita adalah hipertensi paru. Oleh karena itu, pengetahuan tentang penyakit hipertensi paru ini perlu disebarkan agar masyarakat makin peduli, bila dirinya atau orang yang terdekat di sekitarnya mengalami gejala-gejala serupa agar tidak salah dalam penanganan lebih lanjut. Jika sudah memberikan perawatan, penanganan, justru bisa melukai orang tubuh lainnya akibatnya kondisi penderita hipertensi paru ini semakin parah, karena tidak tertangani dengan benar. Bahkan masyarakat memandang enteng penyakit ini dan kurang memperhatikannya.

Pemeriksaan Hipertensi Paru

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit hipertensi paru adalah :

  1. Ekokardiografi
    Ekokardiografi merupakan salah satu bentuk skrining tes noninvasive yaang sangat efektif untuk dilakukan pada pasien yang memang dianggap mengalami penyakit hipertensi paru. Tekanan sistolik arteri paru atau pulmonal ekuivalen dengan tekanan sistolik ventrikel kanan  namun tanpa adanya suatu obstruksi outflow pulmonal. Untuk bisa menilai tekanan sistolik ventrikel kanan dengan menggunakan ekokardiografi maka harus adanya trikuspid regurgitasi (TR).
  2. Eelektrokardiografi
    EKG  atau Elektrokardiografi juga perlu dilakukan untuk pasien yang memang dianggap menderita penyakit hipertensi paru, walaupun memang tidak terjadi dengan lebih spesifik.
  3. Foto thorax
    Gambaran dari foto thoraks dilakukan biasanya untuk menemukan ada atau tidaknya suatu pembesaran pada hilar, bayangan pada arteri pulmonalis dan juga adanya foto thoraks lateral pada pembesaran ventrikel daerah kanan.
  4. Pemeriksaan angiografi
    Kateterisasi jantung adalah salah satu baku emas yang dilakukan dalam memeriksakan atau mendiagnosis penyakit hipertensi paru. Kateterisasi bisa membantu dalam menegakkan diagnosis dengan cara menyingkirkan etiologi yang lain misalnya adalah seperti penyakit jantung kiri dan juga untuk memberikan suatu informasi yang penting untuk sebagai dugaan dari prognostik oleh pasien dengan kasus penyakit hipertensi paru. Kateterisasi jantung yang biasanya dilakukan pada pasien dengan kasus penyakit hipertensi paru yang dilakukan dengan lebih signifikan setelah melakukan pemeriksaan klinis dan juga ekokardiografi, yang paling utama adalah yang direncankakan untuk menentukan pengobatan. Namun hal ini masih terbilang sulit untuk dilakukan yang paling utama adalah untuk pasien yang menderita PGTA dengan kasus penyakit yang memang sudah terminal.

Penanganan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi :

  1. Atrium septostomy
    Jika memang obat sudah tidak bisa mengendalikan hipertensi pulmonal Anda, maka operasi jantung terbuka harus dilakukan sebagai salah satu pilihan. Dan di dalam atrium septostomy, ahli bedah biasanya akan menciptakan suatu celah pada antara ruang kiri dan juga kanan jantung untuk bisa membantu dalam meringankan tekanan di bagian sisi kanan jantung Anda.
  2. Transplantasi
    Untuk beberapa kasus, penanganan yang dilakukan dengan transplantasi paru atau juga jantung paru bisa saja menjadi pilihan, yang paling utama adalah untuk orang yang berusia muda yang dianggap mempunyai masalah dengan penyakit hipertensi pulmonal idiopatik. Resiko yang paling utama terjadi dari setiap jenis transplantasi yang dilakukan adalah salah satunya penolakan pada organ transplantasi dan juga infeksi yang serius.

Penyakit Hipertensi Paru

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Darah Tinggi

Sebenarnya ada banyak pedoman yang dijadikan pegangan dalam batasan tekanan darah tinggi ini. Sebagai contoh adalah seperti tabel di bawah ini :

 

Batasan ini sering kali diperbarui oleh para ahli. Menurut beberapa penelititan dan kesepakatan para ahli belakangan ini, batasan tekanan darah yang normal adalah < 120 mmHg untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan darah diatolik. Ini sedikit berbeda dengan yang dahulu yaitu batasannya dalah 120/80 mmHg. Seseorang dapat dikatakan menderita hipertensi apabila didapatkan kenaikan tekanan darah pada dua kali kunjungan atau pemeriksaan yang berbeda waktunya, kecuali memang terdapat kenaikan yang tinggi atau didapatkan gejala-gejala klinis. Gejala yang sering ditemukan adalah sakit kepala, uring-uringan, rasa berat di tengkuk, sulit tidur atau pusing.

Ilmu pengobatan medis telah mengalami kesulitan dalam menentukan suatu norma standar. Pertama-tama, ada fluktuasi harian yang telah disebutkan sebelumnya. Tekanan darah dari orang normal pada saat istirahat bisa berkisar dari 95/65 mmHg pada malam hari sampai 130/80 pada pagi hari dan 150/90 pada sore hari. Lebih lanjut, tekanan darah banyak orang, walaupun tanpa sebab tertentu, baik menurut usia meskipun mereka tidak menderita tekanan darah tinggi. Juga, kadar tekanan darah, seperti halnya norma biologis lainnya, bisa ditetapkan hanya setelah sering melakukan pengukuran pada individu yang sehat. Tetapi karena tingkat tekanan darah orang sangat berlainan, sulit untuk menetapkan suatu garis pemisah yang kaku antara tekanan darah yang normal (normotensi) dan yang tinggi (hipertensi).

Di sisi lain, penting untuk menetapkan batas atas yang tegas, karena tanpanya kita tidak bisa mendeteksi tekanan darah tinggi atau mengevaluasi eefektivitas pengobatan. Setelah banyak debat, kami telah sampai pada aturan yang disepakati untuk menentukan norma yang sah :

Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan sistolik. Umur + 100 (maksimal 160 mmHg). Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan diastolik 90 mmHg, tidak peduli umurnya.

Maka, jika usia Anda 40 tahun, tekanan darah Anda tidak boleh melebihi 140/90. Jika tekanannya antara 140/90 dan 160/90, Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap 3-6 bulan untuk memastikan bahwa tidak ada kecondongan ke atas. Pembacaan 160/95 kelihatannya akan mengindikasikan bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi. Penyimpangan moderat dari nilai standar sistolik yaitu 20-30 mmHg lebih rendah dan jika berusia 60 tahun atau lebih 10-20 mmHg lebih tinggi adalah umum dan selaras dengan kesehatan yang baik.

 

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Penyakit Hipertensi Pada Anak – Hipertensi memang dikenal sebagai penyakit orangtua. Namun, anak-anak bahkan seorang bayi baru lahir juga bisa terkena. Anak-anak yang bertubuh tinggi biasanya berisiko lebih besar terkena hipertensi dibandingkan anak yang bertubuh lebih pendek seusianya. Meskipun kasusnya di Indonesia relatif kecil (kurang dari 1%), anak-anak yang masuk kelompok ini bisa mengalami masalah serius.

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Penyakit HIpertensi Pada Anak

Tinggi-rendahnya tekanan darah pada anak-anak ditentukan dengan menghitung batas persentil antara tinggi badan dan usianya. Seorang anak dikatakan terkena darah tinggi apabila tekanan darahnya lebih tinggi sampai batas 5% di atas persentil ke 95.

America Heart Association (AHA) merekomendasikan agar anak berusia di atas 3 tahun melakukan pemeriksaan tekanan darah setahun sekali. Untuk mengenali hipertensi pada anak-anak (tanpa menguur tekanan darah).

Ada gejala-gejala Penyakit Hipertensi Pada Anak yang perlu diperhatikan. Gejala Penyakit Hipertensi Pada Anak yang muncul berupa sakit kepala, pusing, muntah dan badan menjadi lemas. Hipertensi pada anak-anak tergolong hipertensi sekunder, artinya disebabkan oleh faktor lain.

Faktor penyebab Penyakit Hipertensi Pada Anak juga jelas seperti penyakit ginjal (hampir 80% kasus), kelainan jantung dan pembuluh darah. Kelainan sistem endokrin dan gangguan sistem saraf juga bisa mengakibatkan hipertensi pada anak-anak, penyakit ini bisa disembuhkan jika faktor penyebabnya bisa disingkirkan.

Pola makan tidak sehat, terutama yang dialami anak-anak yang beranjak dewasa, bisa memicu hipertensi. Anak-anak biasanya senang mengkonsumsi makanan siap saji atau junk food. Jenis makanan tersebut memiliki kandungan garam dan lemak tinggi. Karenanya, penting untuk membangun pola makan sehat sejak usia dini.

Selain makanan, orangtua sebaiknya mengusahakan anak-anaknya tidak terlalu sering terpapar asap rokok. Perokok lebih banyak terkena efek samping dari asap rokok.

Usahakan pula agar anak memiliki aktivitas sehingga mereka tetap aktif dan berolahraga. Perhatikan bagaimana anak-anak tidur, apakah ada masalah atau tidak. Sebab gangguan tidur seperti sleep apnea yaitu gangguan tidur berupa ngorok dan sindroma tidur tidak lelap karena sistem pernafasan tersumbat. Hal-hal ini akan menghindarkan terjadinya hipertensi.

Untuk anak-anak yang menderita penyakit hipertensi ringan, maka biasanya tidak dijumpai adanya suatu penyakit yang lain. Namun kemungkinan pada anak yang dirawat dirumah sakit akan ditemui beberapa jenis penyakit sistemik yang menyertainya. Penyakit-penyakit yang terjadi tersebut beberapa diantaranya adalah penyakit ginjal yang akut, penyakit ginjal kronik, penyakit tumor dan juga adanya infeksi yang berat misalnya adalah penyakit syaraf pusat, selain itu penyempitan pada pembuluh darah dan juga penyakit diabetes melitus.

Gejala Penyakit Hipertensi pada Anak

Karena semakin muda usia anak, maka akan semakin besar juga penyakit sistemik tersebut dialami oleh anak-anak yang menderita kasus penyakit hipertensi. Namun anak-anak yang usianya jauh lebih tua biasanya penyakit hipertensi diakibatkan oleh adanya pola makan dan juga akibat gaya hidup yang kurang baik. Sedangkan pada bayi, gejala dari penyakit hipertensi ini akan ditandai dengan suatu gejala seperti rewel yang berkepanjangan. Sedangkan untuk anak-anak yang sudah besar, maka gejala dari penyakiit hipertensi adalah :

  1. Sakit kepala
  2. Merasa gelisah
  3. Jantung yang berdebar-debar
  4. Mengalami sesak nafas

Walaupun hal ini tidak terjadi dengan banyak pada anak, namun bisa berlangsung hingga si anak berusia dewasa dan kemudian akan membuka peluang untuk mengalami penyakit jantung dan juga pembuluh darah.

Untuk itulah, orang tua sangat dibutuhkan sekali peranannya dalam mencegah resiko tersebut. Untuk anak yang sedang tumbuh dewasa, maka sebaiknya bantulah mereka agar mengendalikan berat badan mereka supaya mereka tidak mengalami masalah obesitas atau kelebihan berat badan. Sebaiknya berhati-hatilah dengan anak yang sedang sakit demam atau dengan dan tanpa ada gejala yang lainnya. Sebaiknya hati-hati disaat anak sedang mengeluhkan sakit perut atau juga sakit pinggang yang terjadi dengan berulang. Sakit yang terasa saat sedang buang air kecil, dan sebaiknya waspadalah disaat anak matanya terlihat sembab di waktu bangun pagi hari.

Cara Mengatasi Hipertensi Pada Anak

Hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi hal ini adalah dengan melakukan diet garam pada anak yang memang sudah terdiagnosis menderita penyakit hipertensi. Pengobatan yang dilakukan tanpa menggunakan obat biasanya akan digunakan oleh remaja dengan kasus hipertensi primer dan dengan tingkatan atau stadium yang ringan. pengobatan yang dilakukan biasanya adalah atas perubahan dari pola makan dan juga dengan cara mengurangi asupan garam di dalam makanan sehari-hari mereka, melakukan olahraga, menurunkan berat badan yang berlebihan, cara mengatasi stress, sebaiknya mulailah berhenti merokok dan tidak mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan juga menghentikan pemakaian dari beberapa jenis obat-obatan yang bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit hipertensi pada anak.

Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan obat antihipertensi ini biasanya akan ditentukan lebih dulu mengenai indikasinya yang pasti, dan seperti tidak berespon dengan adanya pengobatan yang dilakukan tanpa menggunakan obat, untuk kasus hipertensi berat, adanya suatu gejala klinis yang berkaitan dengan terjadinya kenaikan tekanan darah. obat yang bisa membantu mengontrol tekanan darah atau juga untuk peninggian darah yang mendadak pada anak biasanya adalah obat jenis hidroklorotizid, furosemid, kaptopril, prooanol, dan klonidin. Selain itu, tindakan operasi yang dilakukan biasanya hanya bertujuan untuk membantu mengatasi penyebab dari hipertensi sekunder yang berhubungan erat dengan adanya penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah pada ginjal dan uga koarktasio aorta.

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi Pulmonal – Kenaikkan tekanan arteri pulmonalis disebabkan oleh peningkatan resistensi vaskuler paru.

Penyebab Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi pulmonal sering terjadi akibat :

  • Penyakit paru interstisial atau obstruktif kronik
  • Kelainan jantung kongenital atau didapat disertai gagal jantung kiri
  • Emboli paru rekuren
  • Kelainan autoimun

Penyakit Hipertensi pulmonal primer (atau idiopatik) jarang ditemukan, khsusunya terjadi pada wanita yang berusia 20-40 tahun, umumnya keadaan ini berlanjut menjadi insufisiensi pernapasan berat kor pulomonale, dan kematian dalam tempo beberapa tahun. Terapinya meliputi pemberian vasodilator dan kadang-kadang transplantasi paru.

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyebab sebagian besar kasus tidak diketahui, namun pada 50% kasus familial dan 25% penyakit sporadik, mutasi pada reseptor protein morfogenetik tulang tipe 2 bersifat patogenik.

Pada hipertensi pulmonal sekunder, disfungsi dan cedera endotel (yang dipicu oleh agen kimia atau makanan) menimbulkan vasokonstriksi persisten, kemudian terjadi hipertrofi tunika intima serta media dan peningkatan resistensi vaskuler.

Penyakit hipertensi pulmonal biasanya akan menyebabkan terjadinya suatu pengerasa pada darah dan juga di dalam pari. Hal ini kemudian akan membuat kerja jantung semakin berat untuk bisa memompa darah menuju ke paru. Dan setelah itu lama  kelamaan pembuluh darah yang terkan tadi akan berubah menjadi kaku dan menebal. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan suatu tekanan di dalam pembuluh darah yang mengalami peningkatan dan aliran darah yang juga akan terganggu. Hal ini kemudian akan menyebabkan bilik jantung kanan mengalami pembesaran sehingga pada akhirnya menyeabkan suplai darah dari daerahn jantung ke paru menjadi berkurang sehinga akan terjadi suatu keadaan seperti gagal jantung kanan. Dan sejalan dengan hal ini maka aliran darah menuju ke jantung kiri juga akan semakin menuurn, sehingga membuat darah yang mengandung oksigen akan semakin berkurang dari jumlah normal untuk bisa mencukupi kebutuhan dari tubuh dan yang paling utama adalah disaat sedang melakukan aktivitas.

Gejala Hipertensi Pulmonal

Gejala yang muncul dari penyakit hipertensi pulmonal adalah :

  1. Sesak nafas yang terjadi dengan bertahap
  2. Kelelahan atau kelemahan
  3. Batuk yang tidak produktif
  4. Pingsan atau tidak sadarkan diri
  5. Edema perifer atau terjadinya pembengkakan pada bagian tungkai dan paling utama terjadi pada tumit serta kaki
  6. Selain itu juga gejala yang biasanya sering muncul adalah batuk berdarah.

Penyakit hipertensi arteri pulmonal biasanya tidak juga disertai dengan adanya gejala orthopnea atau sesak nafas yang terjadi akibat adanya perubahan pada posisi. Atau selain itu juga tidak menyebakan terjadinya sesak nafas disaat sedang tidur. Gejala-gejala yang seperti ini biasanya akan muncul pada kasus penyakit hipertenso vena pulmonal. Selain itu, rasa nyeri yang terjadi akibat dari kasus penyakit hipertensi pulmonal akut yang bisa dirasakan ditengah-tengah dada akan terasa seperti sedang digencet atau jga diperas dan biasanya akan sering ditambah dengan rasa nyeri yang muncul akibat infark miokard. Dan yang berbeda adalah rasa nyeri yang terjadi akibat dari kasus penyakit hipertensi pulmonal akut yang tidak menjalar menuju ke bahu, punggung, atau juga pada daerah bawah rahang. Dan biasanya juga akan dirasakan adalah retrosternal did alam dan untuk penderita biasanya mereka akan merasa cemas dan akan merasa takut untuk mati. Rasa nyeri ini kemugkinan muncul akibat dari suatu pelebaran pada pembuluh darah yang terjadi dengan mendadak.

Untuk melakukan penegakkan diagnosis, maka dokter biasanya akan melakukan satu atau jga lebih dari tes untuk membantu mengevaluasi kerja jantung dan juga paru-paru pasien. Hal ini juga biasanya termasuk ke dalam X-ray pada daerah dada dalam menunjukkan suatu pembesaran dan juga terjdinya ketidaknormalan pada daerah pembuluh darah di paru-paru, echocardiogram yang bisa menunjukkan suatu visualisasi dari jantung, kemudian membantu mengukur besar dari ukuran jantuung, fungsi dari aliran darah, dan membantu mengadakan pengukurannyang tidak langsung pada suatu tekanan di daerah paru-paru.

Pengobatan Hipertensi Pulmonal

Pengobatan yang dilakukan pada kasus penyakit hipertensi pulmonal adalah dengan maksud untuk bisa mengoptimalkan fungsi dari jantung kiri dan juga dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan misalnya adalah seperti obat diuretik atau juga obat beta bloker dan ACE inhibitor atau juga dengan menggunakan cara memperbaiki daerah katup jantung mitral atau juga katup aorta atau pembuluh darah yang paling utama. Pada kasus penyakit hipertensi pulmonal yang juga merupakan salah satu terapi yang biasanya umum dilakukan, namun berdasarkan dari penelitian yang dilakukan dengan terapi tadi masih belum pernah dinyatakan memberikan manfaat untuk membantu mengatasi penyakit tadi.

Obat-obatan yang diberikan adalah obat vasoaktif misalnya seperti antagonis reseptor endotelial, PDE-5 inhibitor dan juga derivat prostasiklin. Obat-obatan jenis ini bisa bermanfaat dalam membantu mengurangi suatu tekanan di dalam pembuluh darah paru. Sildenafil adalah salah satu jenis obat golongan PDE-5 inhibitor yang bisa mendapatkan suatu persetujuan dari FDA pada tahun 2005 dan juga bermanfaat untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi pulmonal.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi pulmonal, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Jantung

Penyakit Hipertensi Jantung – Hipertensi berpengaruh terhadap hampir semua bagian tubuh yang terpenting adalah jantung, pembuluh darah, otak, ginjal dan mata. Komplikasi yang mungkin timbul tergantung kepada berapa tingi tekanan darah, berapa lama telah diderita, adanya faktor-faktor risiko yang lain dan bagaimana keadaan tersebut dikelola atau ditangani.

Penyakit Hipertensi Jantung

Penyakit Hipertensi Jantung

 Penyakit Hipertensi Jantung

Akibat Penyakit Hipertensi Jantung dan pembuluh darah yang terpenting adalah :

a. Kerusakan pembuluh darah

Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus menambah beban pembuluh arteri secara perlahan-lahan. Arteri mengalami proses pengerasan menjadi tebal dan kaku, sehingga mengurangi elastisitasnya.

Penyakit Hipertensi Jantung juga mendorong proses terbentuknya pengendapan plak pada arteri koroner (arterioklerosis). Hal ini meningkatkan resistensi pada aliran darah yang pada gilirannya menambah naiknya tekanan darah. Dengan demikian, hipertensi jelas menjadi salah satu risiko PJK makin berat kondisi hipertensi, makin besar pula faktor risiko yang ditimbulkan.

b. Pembesaran dan kegagalan jantung

Kalau tekanan darah tinggi dibiarkan tanpa perawatan tetap, jantung harus memompa dengan sangat kuat untuk mendorong darah ke dalam arteri, lama-kelamaan dinding otot jantung akan menjadi semakin tebal.

Sebuah jantung yang membesar abnormal adalah jantung yang tidak sehat karena ia menjadi kaku dan irama denyutnya cenderung tidak teratur. Hal ini akan menjadikan pemompaan kurang efektif dan akhirnya akan menyebabkan kegagalan jantung.

c. Stroke

Penyakit Stroke adalah terganggunya aliran darah di pembuluh arteri yang menuju ke otak. Dalam salah satu penerbitannya, NSA (national stroke Assosiation)-USA menjelaskan sebagai berikut :

  • Pembuluh arteri dan cabang-cabangnya mensuplai darah ke otak. Setiap arteri mensuplai area tertentu dari otak, namun demikian terdapat beberapa area dari otak disuplai darah dari beberapa arteri.
  • Otak manusia terbagi menjadi beberapa bagian. Tiap bagian mengontrol motor (pergerakan) dan fungsi sensor tertentu. Kerusakan akibat stroke terhadap bagian tertentu tersebut dapat mengakibatkan “paralisis” (tidak dapat bergerak), sukar berbicara, serta kehilangan koordinasi.
  • Suatu plak atau clot yang timbul di arteri yang mengganggu suplai darah ke otak dapat menyebabkan stroke. Plak tersebut di atas berasal dari terbentuknya arteriosklerosis yang disebabkan oleh kolesterol yang menumpuk pada arteri.

Gejala Penyakit Jantung

Beberapa gejala dari penyakit hipertensi jantung adalah :

  1. Sakit kepala
    Biasanya gejala yang terjadi adalah sakit kepala. Penyebab dari sakit kepala untuk mereka yang menderita penyakit jantung hipertensi adalah akibat dari adanya suatu penyempitan atau juga akibat dari adanya suatu pembengkakan pada pembuluh darah sehingga darah yang seharusnya mengalir kemudian mengalami hambatan, dan oksigen yang harusnya diantarkan ke kepala kemudian tidak sampai. Oleh karena itulah, sebaiknya segera lakukan suatu penanganan jika memang menderita penyakit sakit kepala yang baisanya disertai dengan gejala penyakit hipertensi jantung yang lainnya. Untuk membantu mengurangi rasa sakit kepala, maka sebaiknya segera minum air putih sehingga bisa membantu menetralisasi darah.
  2. Nyeri dada
    Gejala penyakit hipertensi jantung yang lainnya adalah nyeri dada. Disaat sedang melakukan aktivitas dan Anda merasa tidak nyaman akibat rasa nyeri yang terasa pada dada, maka sebaiknya cobalah melakukan pemeriksaan, karen ditakutkan Anda menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Nyeri pada dada ini biasanya terjadi akibat dari bagian otot jantung yang tidak bisa menerima pasokan darah dengan cukup sehingga kemudian akan menyebabkan munculnya rasa nyeri.
  3. Jantung yang berdebar-debar
    Selain nyeri di bagian dada, gejala lainnya yang bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit hipertensi jantunug adalah jantung yang berdebar-debar. Debaran dari jantung yang terjadi pada mereka yang menderita penyakit hipertensi biasanya akan lebih cepat dan kemudian akan memudahkan untuk munculnya rasa lelah, sesak nafas dan juga nyeri.
  4. Kelelahan
    Gejala penyakit hipertensi jantung yang lainnya adalah kelelahan. Walaupun Anda sedang tidak melakukan suatu aktivitas yang berat, maka sebaiknya berhati-hatilah jiak Anda menderita penyakit jantung hipertensi. Kelalahan yang terjadi ini biasanya bisa diakibatkan oleh pasokan darah yang memang kurang sehingga menyebabkan cara kerja dari jantung yang lama kelamaan akan semkain melemah dan proses dari pemompaan darah juga tidak akan bisa berjalan dengan lebih baik sebagaimana harusnya.
  5. Mimisan
    Mimisan adalah salah satu kondisi yang terjadi dan merupakan kondisi ringan yang penyebabnya adalah erosi serta terjadinya pembuluh darah yang pecah yang ada di dalam lendir hidung. Dengan seiring keringnya selaput lendir tadi, maka mimisan biasanya mudah sekali terjadi sebagai salah satu bentuk gesekan atau juga sebagai salah satu akibat dari benturan pembuluh darah. beberapa jenis penyakit yang bisa berpengaruh dengan adanya kasus mimisan ini adalah salah satunya penyakit hipertensi jantung, selain itu infeksi luka yang terjadi di bagian saluran hidung, rahang pada hidung yang muncul akibat alergi, penggunaan dari jenis obat yang memang tidak sesuai dengan kondisi pada tubuh, mengonsumsin obat dan juga minuman alkohol serta akibat hal lainnya.

Jika Anda mengalami beberapa gejala penyakit hipertensi janjtung diatas, maka lakukanlah pemeriksaan. Sangat dianjurkan sekali minum obat dengan teratur, melakukan olahraga dengan teratur dan rutin dan juga menimbang ukuran berat badans erta mengukur ukuran dari lingkar perut.

Penyakit Hipertensi Jantung

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment