Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak – Walaupun yang diserang oleh penyakit hipertensi paru ini umumnya orang dewasa di usia produktif, waktu mereka sednag sibuk menyiapkan hari depan mereka, tapi menurut dokter ahli hipertensi ini, penyakit ini juga berkembang pada anak-anak yang masih kecil. Pada bayi yang baru lahir pun sering  tidak terdeteksi karena tidak ada tanda-tanda yang signifikan.

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru pada Anak

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak umumnya hipertensi primer. Walaupun demikian, penyakit itu masih bisa dideteksi, terutama dapat diketahui apakah anak itu sudah minum, bibir dan kuku jarinya berwarna merah biru. Meski demikian ia harus diimbangi dengan mesin jantung paru di ruang ICU. Dari penanganannya yang sudah-sudah kemungkinan akan bisa sembuh lagi juga amat kecil.

Karena itu sangat penting diketahui bahwa hipertensi paru pada anak dengan penyakit jantung bawaan bisa mucul pada saat si anak masih bayi atau pada saat si anak belum berusia empat tahun. Menurut dokter, penyakit jantung bawaan, kalau sering kena infeksi paru. Menurut kardiolog, hipertensi paru pada anak seumur hidup penderita hipertensi paru harus terus mengonsumsi obat untuk mempertahankan kondisi fisiknya.
Tekanan arteri parunya diusahakan normal, yakni 30-40 mmHg. Jika tekaan itu sudah di atas 40-60 mmHg, itu berarti sudah memasuki tekanan sedang. Tekanan berat adalah yang ukurannya di atas 70 mmHg. Bahkan ada yang pernah 90mmhg.

Sampai saat ini belum ada penyembuhan untuk Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak. Fokus utama dari pengobatan yang dilakukan terhadap hipertensi paru adalah menyediakan tahun-tahun terbaik bagi penderita, sehingga dapat membuat si penderita menjalankan aktivitas sehari-hari dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik. Tidak hanya diperlukan ketekunan untuk melakukan pengobatan juga semangat dan daya hidup sehingga mereka tetap bisa bertahan dalam menjalani hari-harinya. Dan mungkin yang paling penting dari itu, adalah jangan meremehkan hipertensi paru yang merupakan penyakit fatal karena terkait erat dengan denyut hidup seseorang.

Penyakit hipertensi paru oada anak memang masih belum kurang diketahui oleh masyarakat. Padahal jenis penyakiti hipertensi paru pada anak ini bukan hanya menyerang anak-anak saja namun juga menyerang mereka yang berusia produktif dan juga bisa menyebabkan masalah yang lebih parah lagi yakni adalah seperti kematian. Penyakit hipertensi paru biasanya lebih banyak menyerang wanita dengan usia 20-an dan juga 40-an. Tetapi penyakit hipertensi paru juga bisa menyerang pria, anak-anak serta orang tua. Jika penyakit hipertensi paru ini tidak segera diatasi, maka harapan hidup dari mereka yang menderita penyakit ini hanya bisa mencapai 3 tahun saja.

Penyebab penyakit hipertensi paru yang paling utama hingga saat ini juga masih belum diketahui secara jelas. Namun orang yang mempunyai resiko terserang penyakit ini adalah mereka dengan kondisi penyakit jantung bawaan, mereka yang menderita infeksi penyakit HIV Aids, dan juga segala penyakit yang berhubungan dengan adnaya jaringan, penggumpalan darah, obesitas atau juga kelainan yang terjadi pada jaringan ikat.

Gejala Hipertensi Paru

Beberapa gejala dari penyakit hipertensi paru yang harus diwaspadai adalah :

  1. Sesak nafas
  2. Cepat merasa lelah yang terjadi dengan menahun
  3. Sakit pada dada
  4. Sakit kepala atau pusing
  5. Pembengkakan pada perut dan juga kaki
  6. Jantung yang berdebar-debar serta bunyi dari jantung yang lain.

Jika memamg sudah muncul gejala maka sifatnya sudah kronis dan menurut statistik harapan hidup dari mereka yang menderita penyakit ini bisa hanya tersisa 3-5 tahun saja.

Untuk anak-anak yang menderita penyakit jantung bawaan dengan mengalami suatu kelainan yang parah, biasanya dokter akan melakukan tindakan operasi untuk bisa menghindari terjadinya penyakit hipertensi. Dan pengobatan lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan transplantasi paru, namun ini masih belum dilakukan di Indonesia. Penyakit hipertensi paru pada anak masih belum bisa disembuhkan hingga total. Namun oleh dokter, pasien biasanya akan diberikan beberapa jenis obat-obatan yang bisa membantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka agar lebih baik lagi dan kemudian pasien akan bisa menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Ketergantungan dari pasien dengan obat-obatan akan berlangsung selama seumur hidup mereka. Kini, dengan seiringnya kemajuan dari teknolohi, semakin bertambah lagi pengobatan yang bisa dilakukan oelh mereka yang menderita penyakit hipertensi yakni adalah iloprost. Iloprost digunakan dengan tujuan utnuk membantu dalam melebarkan paru-paru dan membantu meningkatkan aliran darah lewat paru-paru. Kemudian bisa membantu dalam memudahkan pernapasan sehingga akan semakin banyak lagi oksigen yang akan bisa disalurkan menuju ke jantung dan menuju ke seluruh tubuh. selain itu, efek samping yang dihasilkan dari iloprost ini adalah sakit kepala dan juga muka merah. Penggunaan dari iloprost ini tidak sama seperti penggunaan inhaler untuk penyakit asma, karena untuk menghirup iloprost ini maka membutuhkan nebulizer yang ada di rumah sakit.

Namun biaya dari pembelian iloprost sendiri masih tergolong mahal, yakni dengan harga Rp. 300rb untuk 20 mikrogran yang digunakan paling tidak 6-9 kali pemakaian. Dan dosis yang bisa dikonsumsi pada pasien biasanya tergantung dari berat badan pasien.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi paru pada anak dan cara penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Penyakit Hipertensi Paru Pada Anak

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Paru

Penyakit Hipertensi Paru – Hipertensi paru-paru disebut juga dengan pulmonal. Hipertensi paru-paru merupakan penyakit fatal yang tekanan darah di pembuluh darah arteri pada paru-paru tidak normal. Penyakit hipertensi paru-paru ini sering pula disebut sebagai tekanan darah tinggi pada paru-paru. Penderita hipertensi paru harus terus diupayakan agar tekanan arteri paru normal (30-40 mmHg). Jika sudah di atas 40-60 mmHg harus terus dipantau agar jangan lebih tinggi menjadi 70mmHg atau 90mmHg. Pada hipertensi paru, pembuluh arteri kecil yang menyuplai darah tertekan dan menyebabkan tekanan darah di pembuluh darah meningkat. Karena hal itu sangat sulit bagi darah untuk melewati paru-paru. Jantung harus memompa darah lebih kencang untuk dapat mengurangi tekanan tersebut.

Penyakit Hipertensi Paru

Penyakit Hipertensi Paru

Penyakit Hipertensi Paru

Ada dua jenis hipertensi paru-paru, yaitu penyakit hipertensi paru primer dan hipertensi paru sekunder. Hipertensi paru primer muncul tanpa sebab yang jelas, sedangkan hipertensi paru sekunder karena sebab yang jelas seperti cacat jantung bawaan, penyakit yang berhubungan dengan jaringan, infeksi HIV, penggumpalan darah, pengobatan, dan keracunan.

Di Indonesia konon belum ada data yang jelas menganai penderita hipertensi paru ini. Namun diperkirakan banyak, karena masih kurangnya kesadaran akan hipertensi paru ini dan sulitnya penyakit ini didiagnosis. Kurangnya statistik penyakit hipertensi paru di Indonesia, banyak orang menganggap remeh dan kurang memperhatikan penyakit itu, pada hal jika tidak diobati, harapan hidup penderita hipertensi paru hanya kurang dari tiga tahun saja.

Gejala Penyakit Hipertensi Paru

Gejala dari penyakit hipertensi paru ini sama dengan kondisi penyakit lain, sehingga gejala awal hipertensi paru tidak terdeteksi dari awal hingga lanjut. Dengan demikian, jika kita mengalami susah bernapas atau sesak nafas, cepat lelah dan merasa sakit di dada, sering kali merasa pusing dan kaki mengalami bengkak jangan diremehkan gejala ini dan segeralah perti berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyakit apa sebenarnya yang tenaga diderita. Karena gejala-gejala seperti itu kemungkinan si penderita sedang dijangkiti oleh hipertensi paru.

Pada tahap awal sampai tahap lanjut, gejala-gejala tersebut menjadi semakin parah sehingga sedikit banyak menghambat aktivitas hidup dan akhirnya bisa dibiarkan terus kemungkinan bisa menemui ajal.

Banyak penderita seperti halnya seorang penderita yang didiagnosa salah dan penyakit diarahkan pada perut kembung atau penyakit liver, padahal yang diderita adalah hipertensi paru. Oleh karena itu, pengetahuan tentang penyakit hipertensi paru ini perlu disebarkan agar masyarakat makin peduli, bila dirinya atau orang yang terdekat di sekitarnya mengalami gejala-gejala serupa agar tidak salah dalam penanganan lebih lanjut. Jika sudah memberikan perawatan, penanganan, justru bisa melukai orang tubuh lainnya akibatnya kondisi penderita hipertensi paru ini semakin parah, karena tidak tertangani dengan benar. Bahkan masyarakat memandang enteng penyakit ini dan kurang memperhatikannya.

Pemeriksaan Hipertensi Paru

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit hipertensi paru adalah :

  1. Ekokardiografi
    Ekokardiografi merupakan salah satu bentuk skrining tes noninvasive yaang sangat efektif untuk dilakukan pada pasien yang memang dianggap mengalami penyakit hipertensi paru. Tekanan sistolik arteri paru atau pulmonal ekuivalen dengan tekanan sistolik ventrikel kanan  namun tanpa adanya suatu obstruksi outflow pulmonal. Untuk bisa menilai tekanan sistolik ventrikel kanan dengan menggunakan ekokardiografi maka harus adanya trikuspid regurgitasi (TR).
  2. Eelektrokardiografi
    EKG  atau Elektrokardiografi juga perlu dilakukan untuk pasien yang memang dianggap menderita penyakit hipertensi paru, walaupun memang tidak terjadi dengan lebih spesifik.
  3. Foto thorax
    Gambaran dari foto thoraks dilakukan biasanya untuk menemukan ada atau tidaknya suatu pembesaran pada hilar, bayangan pada arteri pulmonalis dan juga adanya foto thoraks lateral pada pembesaran ventrikel daerah kanan.
  4. Pemeriksaan angiografi
    Kateterisasi jantung adalah salah satu baku emas yang dilakukan dalam memeriksakan atau mendiagnosis penyakit hipertensi paru. Kateterisasi bisa membantu dalam menegakkan diagnosis dengan cara menyingkirkan etiologi yang lain misalnya adalah seperti penyakit jantung kiri dan juga untuk memberikan suatu informasi yang penting untuk sebagai dugaan dari prognostik oleh pasien dengan kasus penyakit hipertensi paru. Kateterisasi jantung yang biasanya dilakukan pada pasien dengan kasus penyakit hipertensi paru yang dilakukan dengan lebih signifikan setelah melakukan pemeriksaan klinis dan juga ekokardiografi, yang paling utama adalah yang direncankakan untuk menentukan pengobatan. Namun hal ini masih terbilang sulit untuk dilakukan yang paling utama adalah untuk pasien yang menderita PGTA dengan kasus penyakit yang memang sudah terminal.

Penanganan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi :

  1. Atrium septostomy
    Jika memang obat sudah tidak bisa mengendalikan hipertensi pulmonal Anda, maka operasi jantung terbuka harus dilakukan sebagai salah satu pilihan. Dan di dalam atrium septostomy, ahli bedah biasanya akan menciptakan suatu celah pada antara ruang kiri dan juga kanan jantung untuk bisa membantu dalam meringankan tekanan di bagian sisi kanan jantung Anda.
  2. Transplantasi
    Untuk beberapa kasus, penanganan yang dilakukan dengan transplantasi paru atau juga jantung paru bisa saja menjadi pilihan, yang paling utama adalah untuk orang yang berusia muda yang dianggap mempunyai masalah dengan penyakit hipertensi pulmonal idiopatik. Resiko yang paling utama terjadi dari setiap jenis transplantasi yang dilakukan adalah salah satunya penolakan pada organ transplantasi dan juga infeksi yang serius.

Penyakit Hipertensi Paru

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Darah Tinggi

Sebenarnya ada banyak pedoman yang dijadikan pegangan dalam batasan tekanan darah tinggi ini. Sebagai contoh adalah seperti tabel di bawah ini :

 

Batasan ini sering kali diperbarui oleh para ahli. Menurut beberapa penelititan dan kesepakatan para ahli belakangan ini, batasan tekanan darah yang normal adalah < 120 mmHg untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan darah diatolik. Ini sedikit berbeda dengan yang dahulu yaitu batasannya dalah 120/80 mmHg. Seseorang dapat dikatakan menderita hipertensi apabila didapatkan kenaikan tekanan darah pada dua kali kunjungan atau pemeriksaan yang berbeda waktunya, kecuali memang terdapat kenaikan yang tinggi atau didapatkan gejala-gejala klinis. Gejala yang sering ditemukan adalah sakit kepala, uring-uringan, rasa berat di tengkuk, sulit tidur atau pusing.

Ilmu pengobatan medis telah mengalami kesulitan dalam menentukan suatu norma standar. Pertama-tama, ada fluktuasi harian yang telah disebutkan sebelumnya. Tekanan darah dari orang normal pada saat istirahat bisa berkisar dari 95/65 mmHg pada malam hari sampai 130/80 pada pagi hari dan 150/90 pada sore hari. Lebih lanjut, tekanan darah banyak orang, walaupun tanpa sebab tertentu, baik menurut usia meskipun mereka tidak menderita tekanan darah tinggi. Juga, kadar tekanan darah, seperti halnya norma biologis lainnya, bisa ditetapkan hanya setelah sering melakukan pengukuran pada individu yang sehat. Tetapi karena tingkat tekanan darah orang sangat berlainan, sulit untuk menetapkan suatu garis pemisah yang kaku antara tekanan darah yang normal (normotensi) dan yang tinggi (hipertensi).

Di sisi lain, penting untuk menetapkan batas atas yang tegas, karena tanpanya kita tidak bisa mendeteksi tekanan darah tinggi atau mengevaluasi eefektivitas pengobatan. Setelah banyak debat, kami telah sampai pada aturan yang disepakati untuk menentukan norma yang sah :

Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan sistolik. Umur + 100 (maksimal 160 mmHg). Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan diastolik 90 mmHg, tidak peduli umurnya.

Maka, jika usia Anda 40 tahun, tekanan darah Anda tidak boleh melebihi 140/90. Jika tekanannya antara 140/90 dan 160/90, Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap 3-6 bulan untuk memastikan bahwa tidak ada kecondongan ke atas. Pembacaan 160/95 kelihatannya akan mengindikasikan bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi. Penyimpangan moderat dari nilai standar sistolik yaitu 20-30 mmHg lebih rendah dan jika berusia 60 tahun atau lebih 10-20 mmHg lebih tinggi adalah umum dan selaras dengan kesehatan yang baik.

 

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Penyakit Hipertensi Pada Anak – Hipertensi memang dikenal sebagai penyakit orangtua. Namun, anak-anak bahkan seorang bayi baru lahir juga bisa terkena. Anak-anak yang bertubuh tinggi biasanya berisiko lebih besar terkena hipertensi dibandingkan anak yang bertubuh lebih pendek seusianya. Meskipun kasusnya di Indonesia relatif kecil (kurang dari 1%), anak-anak yang masuk kelompok ini bisa mengalami masalah serius.

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Penyakit HIpertensi Pada Anak

Tinggi-rendahnya tekanan darah pada anak-anak ditentukan dengan menghitung batas persentil antara tinggi badan dan usianya. Seorang anak dikatakan terkena darah tinggi apabila tekanan darahnya lebih tinggi sampai batas 5% di atas persentil ke 95.

America Heart Association (AHA) merekomendasikan agar anak berusia di atas 3 tahun melakukan pemeriksaan tekanan darah setahun sekali. Untuk mengenali hipertensi pada anak-anak (tanpa menguur tekanan darah).

Ada gejala-gejala Penyakit Hipertensi Pada Anak yang perlu diperhatikan. Gejala Penyakit Hipertensi Pada Anak yang muncul berupa sakit kepala, pusing, muntah dan badan menjadi lemas. Hipertensi pada anak-anak tergolong hipertensi sekunder, artinya disebabkan oleh faktor lain.

Faktor penyebab Penyakit Hipertensi Pada Anak juga jelas seperti penyakit ginjal (hampir 80% kasus), kelainan jantung dan pembuluh darah. Kelainan sistem endokrin dan gangguan sistem saraf juga bisa mengakibatkan hipertensi pada anak-anak, penyakit ini bisa disembuhkan jika faktor penyebabnya bisa disingkirkan.

Pola makan tidak sehat, terutama yang dialami anak-anak yang beranjak dewasa, bisa memicu hipertensi. Anak-anak biasanya senang mengkonsumsi makanan siap saji atau junk food. Jenis makanan tersebut memiliki kandungan garam dan lemak tinggi. Karenanya, penting untuk membangun pola makan sehat sejak usia dini.

Selain makanan, orangtua sebaiknya mengusahakan anak-anaknya tidak terlalu sering terpapar asap rokok. Perokok lebih banyak terkena efek samping dari asap rokok.

Usahakan pula agar anak memiliki aktivitas sehingga mereka tetap aktif dan berolahraga. Perhatikan bagaimana anak-anak tidur, apakah ada masalah atau tidak. Sebab gangguan tidur seperti sleep apnea yaitu gangguan tidur berupa ngorok dan sindroma tidur tidak lelap karena sistem pernafasan tersumbat. Hal-hal ini akan menghindarkan terjadinya hipertensi.

Untuk anak-anak yang menderita penyakit hipertensi ringan, maka biasanya tidak dijumpai adanya suatu penyakit yang lain. Namun kemungkinan pada anak yang dirawat dirumah sakit akan ditemui beberapa jenis penyakit sistemik yang menyertainya. Penyakit-penyakit yang terjadi tersebut beberapa diantaranya adalah penyakit ginjal yang akut, penyakit ginjal kronik, penyakit tumor dan juga adanya infeksi yang berat misalnya adalah penyakit syaraf pusat, selain itu penyempitan pada pembuluh darah dan juga penyakit diabetes melitus.

Gejala Penyakit Hipertensi pada Anak

Karena semakin muda usia anak, maka akan semakin besar juga penyakit sistemik tersebut dialami oleh anak-anak yang menderita kasus penyakit hipertensi. Namun anak-anak yang usianya jauh lebih tua biasanya penyakit hipertensi diakibatkan oleh adanya pola makan dan juga akibat gaya hidup yang kurang baik. Sedangkan pada bayi, gejala dari penyakit hipertensi ini akan ditandai dengan suatu gejala seperti rewel yang berkepanjangan. Sedangkan untuk anak-anak yang sudah besar, maka gejala dari penyakiit hipertensi adalah :

  1. Sakit kepala
  2. Merasa gelisah
  3. Jantung yang berdebar-debar
  4. Mengalami sesak nafas

Walaupun hal ini tidak terjadi dengan banyak pada anak, namun bisa berlangsung hingga si anak berusia dewasa dan kemudian akan membuka peluang untuk mengalami penyakit jantung dan juga pembuluh darah.

Untuk itulah, orang tua sangat dibutuhkan sekali peranannya dalam mencegah resiko tersebut. Untuk anak yang sedang tumbuh dewasa, maka sebaiknya bantulah mereka agar mengendalikan berat badan mereka supaya mereka tidak mengalami masalah obesitas atau kelebihan berat badan. Sebaiknya berhati-hatilah dengan anak yang sedang sakit demam atau dengan dan tanpa ada gejala yang lainnya. Sebaiknya hati-hati disaat anak sedang mengeluhkan sakit perut atau juga sakit pinggang yang terjadi dengan berulang. Sakit yang terasa saat sedang buang air kecil, dan sebaiknya waspadalah disaat anak matanya terlihat sembab di waktu bangun pagi hari.

Cara Mengatasi Hipertensi Pada Anak

Hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi hal ini adalah dengan melakukan diet garam pada anak yang memang sudah terdiagnosis menderita penyakit hipertensi. Pengobatan yang dilakukan tanpa menggunakan obat biasanya akan digunakan oleh remaja dengan kasus hipertensi primer dan dengan tingkatan atau stadium yang ringan. pengobatan yang dilakukan biasanya adalah atas perubahan dari pola makan dan juga dengan cara mengurangi asupan garam di dalam makanan sehari-hari mereka, melakukan olahraga, menurunkan berat badan yang berlebihan, cara mengatasi stress, sebaiknya mulailah berhenti merokok dan tidak mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan juga menghentikan pemakaian dari beberapa jenis obat-obatan yang bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit hipertensi pada anak.

Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan obat antihipertensi ini biasanya akan ditentukan lebih dulu mengenai indikasinya yang pasti, dan seperti tidak berespon dengan adanya pengobatan yang dilakukan tanpa menggunakan obat, untuk kasus hipertensi berat, adanya suatu gejala klinis yang berkaitan dengan terjadinya kenaikan tekanan darah. obat yang bisa membantu mengontrol tekanan darah atau juga untuk peninggian darah yang mendadak pada anak biasanya adalah obat jenis hidroklorotizid, furosemid, kaptopril, prooanol, dan klonidin. Selain itu, tindakan operasi yang dilakukan biasanya hanya bertujuan untuk membantu mengatasi penyebab dari hipertensi sekunder yang berhubungan erat dengan adanya penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah pada ginjal dan uga koarktasio aorta.

Penyakit Hipertensi Pada Anak

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi Pulmonal – Kenaikkan tekanan arteri pulmonalis disebabkan oleh peningkatan resistensi vaskuler paru.

Penyebab Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi pulmonal sering terjadi akibat :

  • Penyakit paru interstisial atau obstruktif kronik
  • Kelainan jantung kongenital atau didapat disertai gagal jantung kiri
  • Emboli paru rekuren
  • Kelainan autoimun

Penyakit Hipertensi pulmonal primer (atau idiopatik) jarang ditemukan, khsusunya terjadi pada wanita yang berusia 20-40 tahun, umumnya keadaan ini berlanjut menjadi insufisiensi pernapasan berat kor pulomonale, dan kematian dalam tempo beberapa tahun. Terapinya meliputi pemberian vasodilator dan kadang-kadang transplantasi paru.

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Penyebab sebagian besar kasus tidak diketahui, namun pada 50% kasus familial dan 25% penyakit sporadik, mutasi pada reseptor protein morfogenetik tulang tipe 2 bersifat patogenik.

Pada hipertensi pulmonal sekunder, disfungsi dan cedera endotel (yang dipicu oleh agen kimia atau makanan) menimbulkan vasokonstriksi persisten, kemudian terjadi hipertrofi tunika intima serta media dan peningkatan resistensi vaskuler.

Penyakit hipertensi pulmonal biasanya akan menyebabkan terjadinya suatu pengerasa pada darah dan juga di dalam pari. Hal ini kemudian akan membuat kerja jantung semakin berat untuk bisa memompa darah menuju ke paru. Dan setelah itu lama  kelamaan pembuluh darah yang terkan tadi akan berubah menjadi kaku dan menebal. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan suatu tekanan di dalam pembuluh darah yang mengalami peningkatan dan aliran darah yang juga akan terganggu. Hal ini kemudian akan menyebabkan bilik jantung kanan mengalami pembesaran sehingga pada akhirnya menyeabkan suplai darah dari daerahn jantung ke paru menjadi berkurang sehinga akan terjadi suatu keadaan seperti gagal jantung kanan. Dan sejalan dengan hal ini maka aliran darah menuju ke jantung kiri juga akan semakin menuurn, sehingga membuat darah yang mengandung oksigen akan semakin berkurang dari jumlah normal untuk bisa mencukupi kebutuhan dari tubuh dan yang paling utama adalah disaat sedang melakukan aktivitas.

Gejala Hipertensi Pulmonal

Gejala yang muncul dari penyakit hipertensi pulmonal adalah :

  1. Sesak nafas yang terjadi dengan bertahap
  2. Kelelahan atau kelemahan
  3. Batuk yang tidak produktif
  4. Pingsan atau tidak sadarkan diri
  5. Edema perifer atau terjadinya pembengkakan pada bagian tungkai dan paling utama terjadi pada tumit serta kaki
  6. Selain itu juga gejala yang biasanya sering muncul adalah batuk berdarah.

Penyakit hipertensi arteri pulmonal biasanya tidak juga disertai dengan adanya gejala orthopnea atau sesak nafas yang terjadi akibat adanya perubahan pada posisi. Atau selain itu juga tidak menyebakan terjadinya sesak nafas disaat sedang tidur. Gejala-gejala yang seperti ini biasanya akan muncul pada kasus penyakit hipertenso vena pulmonal. Selain itu, rasa nyeri yang terjadi akibat dari kasus penyakit hipertensi pulmonal akut yang bisa dirasakan ditengah-tengah dada akan terasa seperti sedang digencet atau jga diperas dan biasanya akan sering ditambah dengan rasa nyeri yang muncul akibat infark miokard. Dan yang berbeda adalah rasa nyeri yang terjadi akibat dari kasus penyakit hipertensi pulmonal akut yang tidak menjalar menuju ke bahu, punggung, atau juga pada daerah bawah rahang. Dan biasanya juga akan dirasakan adalah retrosternal did alam dan untuk penderita biasanya mereka akan merasa cemas dan akan merasa takut untuk mati. Rasa nyeri ini kemugkinan muncul akibat dari suatu pelebaran pada pembuluh darah yang terjadi dengan mendadak.

Untuk melakukan penegakkan diagnosis, maka dokter biasanya akan melakukan satu atau jga lebih dari tes untuk membantu mengevaluasi kerja jantung dan juga paru-paru pasien. Hal ini juga biasanya termasuk ke dalam X-ray pada daerah dada dalam menunjukkan suatu pembesaran dan juga terjdinya ketidaknormalan pada daerah pembuluh darah di paru-paru, echocardiogram yang bisa menunjukkan suatu visualisasi dari jantung, kemudian membantu mengukur besar dari ukuran jantuung, fungsi dari aliran darah, dan membantu mengadakan pengukurannyang tidak langsung pada suatu tekanan di daerah paru-paru.

Pengobatan Hipertensi Pulmonal

Pengobatan yang dilakukan pada kasus penyakit hipertensi pulmonal adalah dengan maksud untuk bisa mengoptimalkan fungsi dari jantung kiri dan juga dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan misalnya adalah seperti obat diuretik atau juga obat beta bloker dan ACE inhibitor atau juga dengan menggunakan cara memperbaiki daerah katup jantung mitral atau juga katup aorta atau pembuluh darah yang paling utama. Pada kasus penyakit hipertensi pulmonal yang juga merupakan salah satu terapi yang biasanya umum dilakukan, namun berdasarkan dari penelitian yang dilakukan dengan terapi tadi masih belum pernah dinyatakan memberikan manfaat untuk membantu mengatasi penyakit tadi.

Obat-obatan yang diberikan adalah obat vasoaktif misalnya seperti antagonis reseptor endotelial, PDE-5 inhibitor dan juga derivat prostasiklin. Obat-obatan jenis ini bisa bermanfaat dalam membantu mengurangi suatu tekanan di dalam pembuluh darah paru. Sildenafil adalah salah satu jenis obat golongan PDE-5 inhibitor yang bisa mendapatkan suatu persetujuan dari FDA pada tahun 2005 dan juga bermanfaat untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi pulmonal.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi pulmonal, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Hipertensi Pulmonal

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hipertensi Jantung

Penyakit Hipertensi Jantung – Hipertensi berpengaruh terhadap hampir semua bagian tubuh yang terpenting adalah jantung, pembuluh darah, otak, ginjal dan mata. Komplikasi yang mungkin timbul tergantung kepada berapa tingi tekanan darah, berapa lama telah diderita, adanya faktor-faktor risiko yang lain dan bagaimana keadaan tersebut dikelola atau ditangani.

Penyakit Hipertensi Jantung

Penyakit Hipertensi Jantung

 Penyakit Hipertensi Jantung

Akibat Penyakit Hipertensi Jantung dan pembuluh darah yang terpenting adalah :

a. Kerusakan pembuluh darah

Tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus menambah beban pembuluh arteri secara perlahan-lahan. Arteri mengalami proses pengerasan menjadi tebal dan kaku, sehingga mengurangi elastisitasnya.

Penyakit Hipertensi Jantung juga mendorong proses terbentuknya pengendapan plak pada arteri koroner (arterioklerosis). Hal ini meningkatkan resistensi pada aliran darah yang pada gilirannya menambah naiknya tekanan darah. Dengan demikian, hipertensi jelas menjadi salah satu risiko PJK makin berat kondisi hipertensi, makin besar pula faktor risiko yang ditimbulkan.

b. Pembesaran dan kegagalan jantung

Kalau tekanan darah tinggi dibiarkan tanpa perawatan tetap, jantung harus memompa dengan sangat kuat untuk mendorong darah ke dalam arteri, lama-kelamaan dinding otot jantung akan menjadi semakin tebal.

Sebuah jantung yang membesar abnormal adalah jantung yang tidak sehat karena ia menjadi kaku dan irama denyutnya cenderung tidak teratur. Hal ini akan menjadikan pemompaan kurang efektif dan akhirnya akan menyebabkan kegagalan jantung.

c. Stroke

Penyakit Stroke adalah terganggunya aliran darah di pembuluh arteri yang menuju ke otak. Dalam salah satu penerbitannya, NSA (national stroke Assosiation)-USA menjelaskan sebagai berikut :

  • Pembuluh arteri dan cabang-cabangnya mensuplai darah ke otak. Setiap arteri mensuplai area tertentu dari otak, namun demikian terdapat beberapa area dari otak disuplai darah dari beberapa arteri.
  • Otak manusia terbagi menjadi beberapa bagian. Tiap bagian mengontrol motor (pergerakan) dan fungsi sensor tertentu. Kerusakan akibat stroke terhadap bagian tertentu tersebut dapat mengakibatkan “paralisis” (tidak dapat bergerak), sukar berbicara, serta kehilangan koordinasi.
  • Suatu plak atau clot yang timbul di arteri yang mengganggu suplai darah ke otak dapat menyebabkan stroke. Plak tersebut di atas berasal dari terbentuknya arteriosklerosis yang disebabkan oleh kolesterol yang menumpuk pada arteri.

Gejala Penyakit Jantung

Beberapa gejala dari penyakit hipertensi jantung adalah :

  1. Sakit kepala
    Biasanya gejala yang terjadi adalah sakit kepala. Penyebab dari sakit kepala untuk mereka yang menderita penyakit jantung hipertensi adalah akibat dari adanya suatu penyempitan atau juga akibat dari adanya suatu pembengkakan pada pembuluh darah sehingga darah yang seharusnya mengalir kemudian mengalami hambatan, dan oksigen yang harusnya diantarkan ke kepala kemudian tidak sampai. Oleh karena itulah, sebaiknya segera lakukan suatu penanganan jika memang menderita penyakit sakit kepala yang baisanya disertai dengan gejala penyakit hipertensi jantung yang lainnya. Untuk membantu mengurangi rasa sakit kepala, maka sebaiknya segera minum air putih sehingga bisa membantu menetralisasi darah.
  2. Nyeri dada
    Gejala penyakit hipertensi jantung yang lainnya adalah nyeri dada. Disaat sedang melakukan aktivitas dan Anda merasa tidak nyaman akibat rasa nyeri yang terasa pada dada, maka sebaiknya cobalah melakukan pemeriksaan, karen ditakutkan Anda menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Nyeri pada dada ini biasanya terjadi akibat dari bagian otot jantung yang tidak bisa menerima pasokan darah dengan cukup sehingga kemudian akan menyebabkan munculnya rasa nyeri.
  3. Jantung yang berdebar-debar
    Selain nyeri di bagian dada, gejala lainnya yang bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit hipertensi jantunug adalah jantung yang berdebar-debar. Debaran dari jantung yang terjadi pada mereka yang menderita penyakit hipertensi biasanya akan lebih cepat dan kemudian akan memudahkan untuk munculnya rasa lelah, sesak nafas dan juga nyeri.
  4. Kelelahan
    Gejala penyakit hipertensi jantung yang lainnya adalah kelelahan. Walaupun Anda sedang tidak melakukan suatu aktivitas yang berat, maka sebaiknya berhati-hatilah jiak Anda menderita penyakit jantung hipertensi. Kelalahan yang terjadi ini biasanya bisa diakibatkan oleh pasokan darah yang memang kurang sehingga menyebabkan cara kerja dari jantung yang lama kelamaan akan semkain melemah dan proses dari pemompaan darah juga tidak akan bisa berjalan dengan lebih baik sebagaimana harusnya.
  5. Mimisan
    Mimisan adalah salah satu kondisi yang terjadi dan merupakan kondisi ringan yang penyebabnya adalah erosi serta terjadinya pembuluh darah yang pecah yang ada di dalam lendir hidung. Dengan seiring keringnya selaput lendir tadi, maka mimisan biasanya mudah sekali terjadi sebagai salah satu bentuk gesekan atau juga sebagai salah satu akibat dari benturan pembuluh darah. beberapa jenis penyakit yang bisa berpengaruh dengan adanya kasus mimisan ini adalah salah satunya penyakit hipertensi jantung, selain itu infeksi luka yang terjadi di bagian saluran hidung, rahang pada hidung yang muncul akibat alergi, penggunaan dari jenis obat yang memang tidak sesuai dengan kondisi pada tubuh, mengonsumsin obat dan juga minuman alkohol serta akibat hal lainnya.

Jika Anda mengalami beberapa gejala penyakit hipertensi janjtung diatas, maka lakukanlah pemeriksaan. Sangat dianjurkan sekali minum obat dengan teratur, melakukan olahraga dengan teratur dan rutin dan juga menimbang ukuran berat badans erta mengukur ukuran dari lingkar perut.

Penyakit Hipertensi Jantung

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Esensial

Hipertensi esensial adalah suatu penyakit yang membingungkan, yang penyebab dan sifatnya masih sangat sedikit diketahui. Dinyatakan dalam bentuk yang paling sederhana, ini adalah suatu kelainan fungsional dari sirkuit saraf yang mengndalikan tekanan darah. Tetapi walaupun telah dilakukan penelitian intensif, kami belum menemukan lokasi cacatnya, apakah reseptor yang peka terhadap tekanan telah menngirimkan informasi yang salah, apakah pusat sirkulasinya sendiri yang cacat dan terlalu merangsang sistem simpatiko-adrenergik, atau apakah dinding arteri menjadi peka dan berekasi secara tidak normal. Semua pertanyaan ini belum terjawab.

Berbagai faktor banyak yang tidak diketahui, tampaknya memainkan peranan dalam malfungsi pengarturan tekanan darah yang membingungkan ini. Kita tahu bahwa faktor keturunan memainkan peran penting yang terbukti dari tingginya kejadian hipertensi esensial yang menurun dalam keluarga.

Riwayat kasus yang menunjukkan bahwa terjadinya hipertensi lebih besar diantara orang yang orangtua dan nenek-kakeknya menderita tekanan darah tinggi atau meninggal karena komplikasi yang muncul arena hal itu, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat seperti itu. Ilmu pengobatan hampir tidak tahu apapun  tentang sifat faktor keturunan ini.

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Kronis

Hipertensi Kronis – Ilmu pengobatan mendefinisikan hipertensi sebagai suatu peningkatan kronis (yang meningkat secara perlahan-lahan, bersifat menetap) dalam tekanan darah arteri sistolik dan diastolik yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor tetapi tidak peduli apa penyebabnya, mngikuti suatu pola yang khas. Dua aspek dari penyakit ini menyajikan bahaya potensial yang serius, pertama, kecenderungan tekanan meningkat untuk terus naik dan kedua, kerusakan yang dihasilkan arteri, jantung, otak, dan ginjal. Dalam hal ini hipertensi kronis berbeda darjenis peningkatan tekanan yang kurang serius seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Hipertensi Kronis

Hipertensi Kronis

Penyakit Hipertensi Kronis

Hipertensi kronis biasanya dimulai diam-diam, umumnya setelah usia 30 atau 40 tahun. Dalam kasus-kasus pengecualian, penyakit ini bisa dimulai lebih awal. Pada tahap awal, tekanannya mungkin naik secara berkala misalnya pada situasi stres biasa, ketika mengendarai mobil jarak jauh, dan kembali normal lebih lama dari biasanya. Atau tekanannya mungkin hanya naik saat bekerja, tidak pada saat istirahat atau berlibur. Pada kasus-kasus seperti ini kita membicarakan hipertensi labil, atau jika angkanya terletak diatas kisaran normal kita menyebutnya hipertensi perbatasan. Namun jika angkanya diatas normal secara konsisten , penyakitnya telah berkembang ke tahap stabil.

Hipertensi kronis bisa memiliki berbagai bentuk. Contohnya sangat banyak. Mereka datang dengan keluhan utama perasaan tidak sehat secara umum, sakit kepala hebat, masalah mata, dan gangguan jantung. Dan tekanan darah mereka tidak turun secara signifikan, bahkan setelah berbaring lama. Dalam kasus-kasus seperti ini, kita mungkin berurusan dengan suatu jenis penyakit hipertensi yang sangat agresif yang dikenal sebagai hipertensi ganas.

Disebut ganas karena berkembang dengan cepat dan drastis, serta menyebabkan kerusakan serius dan dini pada jantung, otak, ginjal, dan mata. Beberapa waktu yang lalu prognosis bagi orang-orang yang mengidap hipertensi dapat dihentikan sebelum menjadi ganas. Dan bahkan ketika penyakitnya telah berkembang ke tahap yang serius, tekanannya dapat dikurangi dan diturunkan ke level yang tidak terlalu berbahaya.

Dalam mayoritas kasus, tekanan darah tinggi kronis jika diobati dapat diturunkan dan komplikasinya dihindari. Setidaknya 95% dari pengidap hipertensi dapat memiliki bentuk hipertensi yang jinak. Ini sama dengan mengatakan perkembangannya lebih lambat dan efeknya tidak bermanifestasi lebih awal. Namun bahkan yang disebut hipertensi jenis jinak pun merupakan bahaya bagi kesehatan dan kehidupan.

Penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi biasanya tidak langsung berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung, penyakit hipertensi kronis yang terjadi dari akibat kerja jantung yang terjadi dengan terlalu keras dan juga terlalu cepat untuk memompa darah dan oksigena untuk kemudian menyebarluaskannya pada seluruh bagian tubuh. dan jika saluran darah pada jaringan tubuh mengalami suatu penebalan dan juga pengurangan elastisitas, maka tubuh kemudian akan berusaha utnuk meningkatkan suatu tekanan jantung agar pasokan dari darah bisa berlangsuung dengan lebih normal. Namun hal ini biasanya akan terjadi dan membuat kondisi jantung akan berkerja lebih cepat dan juga rusak yang kemudian bisa menurunkan fungsi kerja dari jantung.

Selain itu, penyakit hipertensi kronis juga bisa dipengaruhi oleh aadanya masalah stress di dalam diri kita. Karena banyaknya asupan garam di dalam tubuh yang dikonsumsi setiap harinya yang sumbernya berasal dari jenis makanan dan juga kurang mendapatkan waktu istirahat adalah salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit hipertensi. Oleh karena itulah, bagi mereka yang selalu mengalami masalah beban pikiran yang terlalu berat, maka sebaiknya mereka mendapatkan waktu hiburan yang lebih banyak lagi agar membuat otak lebih fresh. Dan selain itu juga kita juga harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup dalam setiap harinya dan mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi jenis makanan yang tidak ada kandungan garam di dalamnya.

Selain itu, kebiasaan buruk dalam merokok dan mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol merupakan salah satu hal yang menjadi penyebab terjadinya naiknya tekanan darah. obesitas juga bisa menjadi salah satu penyebab atau peluang terjadinya kenaikan tekanan darah yang lebih tinggi lagi dibandingkan dengan mereka yang mempunyai ukuran berat badan yang normal atau ideal.

Gejala Hipertensi Kronis

Gejala dari penyakit hipertensi kronis adalah :

  1. Sakit kepala di bagian belakang disaat sedang bangun tidur
  2. Sering lupa dan kadang juga menjadi susah dalam berkonsentrasi
  3. Mudah marah dan juga perasaan yang lebih sensitif
  4. Terkadang menjadi susah tidur
  5. Tubuh yang akan terasa lebih lelah dan letih
  6. Kadang mengalamu kesulitan dalam buang air besar
  7. Mengalami mimisan
  8. Sering gelisah
  9. Pandangan yang kabur
  10. Mual atau muntah

Untuk kondisi penyakit hipertensi kronis yang semakin parah, terkadang pada penderita tekanan darah tinggi biasanya mereka akan mengalami suatu perubahan pada fungsi kerja dibagian organ tubuh yang misalnya adalah seperti pembengkakan pada otak yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit stroke dan juga suatu kerusakan pada fungsi ginjal dan jantung. Disaat hipertensi atau tekanan darah tinggi ini masih belum menyerang, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Umumnya adalah penyakit hipertensi ini terjadi dari suatu penyakit komplikasi yang memang sudah ada dan setelah itu akan semakin menambah dan membuat ruang kesehatan kita semakin sempit.

Itulah informasi mengenai penyakit hipertensi kronis. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua. Terimakasih.

Hipertensi Kronis

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Hipertensi

Faktor Penyebab Hipertensi – Tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang memegang peranan penting adalah jenis makanan yang di konsumsi sehari-hari, disamping faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin dan ras, keturunan, kegemukan, stres pikiran dan fisik, kepribadian tipe A yang ambisius dan gila kerja (workaholic), merokok, dan sebagainya.

Faktor Penyebab Hipertensi

Faktor Penyebab Hipertensi

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah orang dewasa digolongkan sebagai normal jika tekanan darah sistolik (tekanan darah saat jantung berkontraksi) kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik (tekanan saat jantung berisi darah) kurang dari 80 mmHg, berapapun usia atau jenis kelamin mereka. Tekanan darah ini sering ditulis sebagai 120/80 mmHg.

Tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Meningkatnya resiko stroke dan penyakit kardiovaskular lain berawal pada 115/75 mmHg. Orang yang jelas menderita hipertensi memiliki resiko stroke tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tekanan darahnya normal atau rendah. Untuk orang berusia diatas 50 tahun, tekanan darah sistolik yang tinggi (140 mmHg atau lebih) dianggap sebagai faktor resiko untuk penyakit stroke atau penyakit kardiovaskular lain yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan darah diastolik yang tinggi . Namun, tekanan darah cenderung meningkat seiring dengan usia dan orang yang memiliki tekanan darah normal pada usia 55 tahun mempunyai resiko stroke hampir dua kali lipat dibandingkan orang berusia muda.

Tekanan darah yang meningkat secara perlahan merusak dinding pembuluh darah dengan memperkeras arteri dan mendorong terbentuknya bekuan darah dan aneurisma yang semuanya mengarah pada stroke, terutama pada orang berusi 45 tahun. Penelitian memperlihatkan bahwa sekitar sepertiga hingga hampir separuh orang berusia 45 tahun menderita hipertensi. Salah satu masalah utama pada hipertensi adalah bahwa pada tahap awal gangguan ini tidak menimbulkan gejala hipertensi. Pada sebagian orang, hipertensi dapat menyebabkan sakit kepala sekali-kali atau kronis, tetapi hampir 30% orang dengan hipertensi tidak menyadari keadaan mereka, apalagi mengendalikannya. Karena itu, hipertensi kadang-kadang disebut pembunuh diam-diam (silent killer). Karena itu mengapa anda, setelah mencapai usia 40 tahun, perlu memeriksa tekanan darah secara taratur-paling sedikit setahun sekali

Makanan yang anda konsumsi sehari-hari merupakan salah satu Faktor Penyebab Hipertensi. Selain itu Faktor Penyebab Hipertensi adalah Mengonsumsi garam yang berlebihan maupun diet tidak seimbang juga meningkatkan resiko terkena hipertensi. Yang dimaksud diet tidak seimbang adalah diet tinggi lemak dan gula, serta rendah serat dan buah-buahan. Garam dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, karena natrium yang terkandung dalam garam bersifat menarik air, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Kandungan garam yang kita konsumsi sehari-hari sebaiknya tidak lebih dari 6 gram per hari. Semakin tua usia seseorang, tekanan darahnya akan semakin meningkat pula. Hal ini menyebabkan resiko terkena stroke menjadi lebih besar. Untuk orang berusia diatas 50 tahun, tekanan darah sistolik yang melebihi 140 mmHg dianggap sebagai faktor resiko stroke yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan darah diastolik yang tinggi.

Faktor Penyebab Hipertensi genetik juga tidak bisa dilepaskan dari hipertensi. Seorang anak dengan kedua orangtua yang mengidap hipertensi, kemungkinan besar akan juga mengidap hipertensi pada usia dewasa nanti. Faktor Penyebab Hipertensi lainnya seperti stres  karena pekerjaan, kecapekan, dan kurang istirahat, tipe kepribadian A yang ambisius dan perfeksionis serta gila kerja juga bisa menjadi pemicu hipertensi.

Tekanan darah yang meningkat secara perlahan akan merusak dinding pembuluh darah dengan memperkeras arteri dan mendorong terbentuknya bekuan darah dan aneurisme, yang pada akhirnya akan menyebabkan stroke, terutama pada orang yang berusia diatas 45 tahun.

Cara Mengatasi Penyakit Hipertensi

Dibawah ini ada beberapa cara alami yang bisa membantu mengatasi penyakit hipertensi adalah :

  1. Melakukan olahraga dengan teratur
    Melakukan olahraga dengan teratur merupakan salah satu cara dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Dan jika Anda menderita masalah tekanan darah tinggi, maka sebaiknya pilihlah jenis olahraga yang ringan misalnya adalah dengan melakukan berjalan kaki, bersepeda, lari santai dan juga berenang. Olahraga yang bisa membantu dalam membuat kerja jantung lebih efisien dengan cara menggunakan oksigen sehingga tidak akan bekerja dengan terlalu keras dalam memompa darah. dalam rutin melakukan olahraga seperti jalan cepat hal ini juga sangat efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien yang menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi sampai mencapai 8 mmhg. Lakukanlah paling tidak selama 30-45 menit dalam sehari dan dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu.
  2. Menarik  nafas
    Cara mengatasi penyakit hipertensi yang lainnya adalah dengan melakukan latihan olah nafas dan melakukan meditasi. Seperti sedang meakukan yoga atau juga taichi yang sangat efektif untuk bisa membantu menurunkan hormon stress.
  3. Mengonsumsi jenis makanan yang mengandung potasium
    Pencegahan dari penyakit hipertensi ini adalah dengan mengonsumsi jenis makanan yang mengandung kandungan potasium misalnya adalah seperti mengonsumsi buah dan juga sayuran yang sangat baik untuk membantu menurunkan tekanan darah. sumber dari makanan yang paling baik adalah seperti kentang, tomat, orange jucie, dan pisang serta jenis makanan lainnya. Konsumsil paling tidak makanan yang mengandung potasium minimal 2000-4000 mg dalam sehari.

Faktor Penyebab Hipertensi

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi Pada Kehamilan  – Tekanan darah tinggi adalah “bahaya diam-diam” karena tidak ada gejala khas yang mengirimkan tanda-tanda peringatan dini. Sebaliknya banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki tekanan darah tinggi. Hanya ada satu cara untuk menemukan apakah tekanan darah Anda normal, yaitu dengan memeriksanya. Pengukuran tekanan darah harus diulangi setidaknya sekali setahun. Jika tekanan yang naik dideteksi tepat pada waktunya, pengobatan yang segera dilakukan bisa menolong mencegah terjadinya akibat-akibat yang fatal.

Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi Pada Kehamilan

Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Menurunkan tekanan darah akan meredakan ketegangan pada jantung dan arteri. Hal ini mengurangi dan seringkali menghilangkan akibat-akibat yang berbahaya dari tekanan yang meningkat. Dengan pengobatan yang tepat, tekanan darah tinggi dapat dinormalkan atau setidaknya diturunkan ke level yang dapat diterima. Perawatnnya tidak membutuhkan cara-cara yang heroik, hanya pemeriksaan tekanan darah yang teratur, sedikit perubahan yang tidak menyakitkan pada kebiasaan makan dan hidup seseorang, serta minum obat yang diresepkan setiap hari. Jika dideteksi dan diobati pada waktunya, hipertensi seharusnya tidak menghambat anda untuk menjalani hidup yang normal dan produktif. Yang dibutuhkan hanya tekad dan kerjasama yang erat antara dokter dan pasien.

Suatu faktor genetis seringkali merupakan penyebab tekanan darah tinggi. Penyakit ini “menurun”. Jika anda memiliki sejarah tekanan darah tinggi dalam keluarga , anda dianjurkan agar berhati-hati. Cara hidup anda dapat memiliki dampak terhadap apakah anda akan mengalami tekanan darah tinggi. Jika anda kegemukan, kemungkinan besar anda juga merupakan kandidatnya. Juga, asupan makanan yang tinggi sodium, stres psikologis, kegelisahan dan hiperaktivitas bisa memperburuk kecenderungan yang sudah ada. Menurunkan berat badan, mengurangi garam dalam makanan dan menghindari stres yang tidak perluadalah cara-cara pencegahan yang berguna untuk menolong anda mempertahankan tekanan darah yang lebih rendah.

Hipertensi Pada Kehamilan

Pre-eklampsia, atau hipertensi pada saat kehamilan, bisa muncul lebih awal dari usia kehamilan pada minggu ke-20 dan terkadang bisa  muncul belakangan setelah satu minggu pasca melahirkan/ persalinan. Kasus hipertensi pada kehamilan terjadi sekitar 5-8% dari semua kehamilan yang ada. Kebanyakan kasus hipertensi yang berkembang dan terjadi pada saat kehamilan akan segera menghilang dengan kelahiran bayi/ janin. Hipertensi yang berlangsung lama disebut dengan hipertensi karena pengaruh kehamilan (pregnancy-induced hypertension).

Faktor penyebab pre-eklampsia belum diketahui dengan jelas. Tanda-tanda pre eklampsia antara lain oedema atau pembengkakan pada tangan dan wajah, gangguan atau abnormalitas pada penggumpalan darah, adanya protein dalam urine (air seni). Pada kebanyakan wanita, pre eklampsia tidak pernah berkembang melebihi stadium ringan. Bagi beberapa wanita, pre eklamsia berkembang dengan cepat, peralihan dari stadium ringan ke stadium berat pre eklamsia dapat terjadi dalam beberapa minggu dan terkadang beberapa hari.

Para dokter biasanya menyarankan agar penderita hipertensi pada kehamilan menjalani bed rest atau istirahat total. Tapi apabila masalah pre eklamsia cenderung menetap atau bertambah berat, perawatan rumah sakit dan pengobatan dengan obat anti hipertensi sering diperlukan dan penting untuk mencegah berkembangnya pre eklamsia menjadi eklamsia (kondisi kesehatan yang berbahaya dan serius).

Eklamsia atau Hipertensi Pada Kehamilan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang sangat berbahaya, kejang-kejang, kma, bahkan kematian ibu, janin atau keduanya. Ketika eklamsia sering menghilang waktu bayi dilahirkan dokter seringkali melakukan upaya induksi. Induksi adalah upaya untuk mengakhiri kehamilan dengan jalan merangsang terjadinya kontraksi yang teratur untuk mempermudah  mengeluarkan bayi dari dalam rahim secara normal. Para dokter mungkin juga memberikan obat anti kejang. Apabila masih mengalami hipertensi setelah melahirkan, mungkin penderita memerlukan obat-obat antihipertensi. Perlu diketahui juga ada sedikit efek samping obat-obat anti hipertensi pada susu ibu, maka dari itu walau bagaimanapun menyusui bayi harus diawasi dan dimonitor dengan kuat.

Pencegahan yang dilakukan pada penyakit hipertensi ini adalah dengan menerapkan pola hidup sehat untuk membantu meningkatkan potensi dari ibu agar bisa terhindar dari penyakit hipertensi di masa kehamilan mereka. Sebaiknya jauhilah jenis minuman yang mengandung alkohol dan jangan membiasakan diri Anda merokok jika Anda sedang hamil selain itu, lakukan cara mengatasi stress, dan mengonsmsi jenis makanan yang baik. Konsumsilah jenis makanan dengan kandungan protein yang tinggi, dan hindarilah jenis makanan yang mengandung hidrat arang berlebihan dan juga jangan mengonsumsi makanan yang mengandung garam dengan berlebihan. Lakukanlah olaharaga secara teratur, namun olahraga yang harus dilakukan adalah olahraga yang ringan. dan selain itu, ibu bisa mengonsumsi makanan yang bisa membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi misalnya adalah seperti cokelat, buah jeruk, buah pisang, seledri, ikan, dan selain itu, cobalah lakukan kontrol dengan rutin pada kehamilan Anda dan ikutilah petunjuk yang disarankan oleh dokter.

Tips Mengatasi Hipertesi Pada Kehamilan

Tips mengatasi penyakit hipertensi pada kehamilan adalah :

  1. Sebelum hamil, maka sebaiknya kontrollah tekanan darah Anda, dan selain itu juga kurangi asupan makanan yang mengandung garam dan lakukannlah olahraga.
  2. Sebaiknya turunkan berat badan jika Anda sedang menderita masalah obesitas atau kegemukan
  3. Jika sedang mengonsumsi obat yang bis amembantu mengontrol tekanan darah, maka sebaiknya lakukanlah konsultasi langsung ke dokter, kapan waktu yang tepat yang harus dilakukan untuk mengonsumsinya.
  4. Jika Anda sedang hamil hindari minuman yang mengandung alkohol dan juga merokok.

Hipertensi Pada Kehamilan

Posted in Penyakit Hipertensi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment